RadarBuleleng.id - Pemprov Bali mulai mengetatkan peluang investasi asing di Pulau Dewata.
Sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diusulkan untuk ditutup bagi Penanaman Modal Asing (PMA) karena dinilai kerap disalahgunakan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bali, I Ketut Sukra Negara mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan penutupan tujuh KBLI ke Kementerian Investasi.
Namun hingga kini, baru satu yang disetujui, yakni sektor manajemen konsultan PMA. Sektor ini diyakini sering disalahgunakan oleh investor asing.
“KBLI ini sering disalahgunakan oleh PMA (Penanaman Modal Asing),” tegas Sukra, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, KBLI yang diusulkan untuk ditutup umumnya berada pada kategori risiko rendah dan menengah rendah.
Meski sektor tersebut tetap menyumbang pendapatan, masifnya penyalahgunaan izin menjadi alasan utama pengajuan penutupan.
Pemprov Bali sendiri belum menghitung secara rinci potensi kehilangan pendapatan akibat penghapusan sejumlah KBLI tersebut. “Kontribusinya belum kami hitung,” imbuhnya.
Lantas bagaimana nasib usaha yang sudah berjalan? Sukra memastikan aktivitas mereka tetap diperbolehkan. Namun pengawasan dan pembinaan akan diperketat.
“Yang sudah berjalan tetap jalan, tapi kami berikan pembinaan karena diduga banyak yang menyalahgunakan perizinan. Kami juga sudah memanggil beberapa pengusaha PMA tersebut untuk diberikan arahan,” tandasnya.
Di sisi lain, realisasi investasi Bali hingga akhir triwulan IV 2025 tercatat mencapai Rp 42,81 triliun atau sekitar 94 persen dari target Rp 45 triliun yang ditetapkan pemerintah pusat.
Capaian tersebut dinilai cukup tinggi meski belum menyentuh 100 persen, mengingat target yang besar dan dominasi sektor pariwisata.
Kabupaten Badung masih menjadi kontributor terbesar terhadap capaian investasi daerah.
Dari total realisasi tersebut, PMA menyumbang Rp 25,60 triliun atau tumbuh 5,7 persen secara tahunan.
Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat lonjakan signifikan sebesar 39,8 persen dengan nilai Rp 17,21 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Bali pada 2025 meningkat 17,2 persen dibandingkan 2024 yang tercatat Rp 36,50 triliun. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya