Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Naik Kelas. Dari Penghasil Nener, Kini Hasilkan Bandeng Konsumsi

Eka Prasetya • Kamis, 5 Maret 2026 | 06:49 WIB

 

PANEN PERDANA: Proses panen perdana bandeng di Desa Sumberkima, Buleleng.
PANEN PERDANA: Proses panen perdana bandeng di Desa Sumberkima, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Budidaya bandeng sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di laut Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai membuahkan hasil. 

Sebanyak 3 ton bandeng premium ukuran konsumsi rata-rata 300 gram per ekor berhasil dipanen, Rabu (4/3/2026).

Panen tersebut berasal dari KJA milik Pusat Pengembangan Pembenihan dan Pembudidayaan Bandeng (P4B). 

Capaian tersebut sekaligus menandai babak baru pengembangan bandeng di Buleleng yang selama ini lebih dikenal sebagai penghasil benih atau nener.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, menegaskan pengembangan kini tidak lagi berhenti di sektor hulu.

“Sekarang kita dorong bukan hanya nener, tetapi pembesaran bandeng premium di laut. Ini sudah masuk ukuran konsumsi,” ujarnya.

Dalam satu siklus pemeliharaan sekitar enam bulan, sebanyak 15.000 benih ditebar di KJA. 

Dari jumlah tersebut, produksi mencapai 3 ton dengan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sekitar 65–70 persen. 

Bobot rata-rata 300 gram dalam waktu enam bulan dinilai cukup optimal untuk budidaya laut.

Bandeng dibesarkan menggunakan KJA berbentuk bulat berbahan HDPE (High-Density Polyethylene) yang tahan korosi air laut dan paparan sinar ultraviolet. 

Desain tersebut dinilai lebih kokoh menghadapi gelombang serta memiliki sirkulasi air merata sehingga mendukung pertumbuhan ikan.

Tak hanya fokus produksi, pemerintah juga mulai hilirisasi juga mulai bergerak. Di Desa Patas, telah berjalan unit usaha pengolahan bandeng tanpa tulang dalam skala usaha. 

Distribusi hasil panen juga menyasar Pasar Sumberklampok sebagai salah satu titik pemasaran.

Panen perdana tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada di KJA laut Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak.

Gede Supriatna menyebut panen tersebut sebagai indikator kemajuan budidaya perikanan Buleleng.

“Ini adalah salah satu kemajuan budidaya bandeng di Buleleng. Yang sebelumnya kita hanya dikenal lewat budidaya nener, sekarang sudah bisa membudidayakan dan memanen bandeng. Tentu ini menjadi kemajuan bagi pelaku usaha budidaya perikanan,” ujar pria yang juga Ketua DPD Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Provinsi Bali itu.

Ia berharap peningkatan produksi berdampak langsung pada pendapatan nelayan dan pembudidaya. 

“Dari sisi peningkatan pendapatan, kita harapkan para nelayan, khususnya pembudidaya nener yang kini berkembang ke budidaya bandeng, pendapatannya semakin membaik. Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali terus berlanjut,” imbuh Supriatna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, I Wayan Sunada menyebut panen tersebut sebagai tonggak baru budidaya laut di Bali.

“Hari ini merupakan sejarah baru tentang panen bandeng di keramba jaring apung di laut. Setelah saya lihat, ini salah satu yang berhasil panen dengan sistem seperti ini,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan penguatan hilirisasi perikanan. Rantai produksi mulai dari penyediaan induk, telur, pendederan hingga pembesaran kini sudah tersedia di Buleleng.

“Hulu dan hilir sudah berjalan di Provinsi Bali, khususnya di Buleleng. Ini menjadi kekuatan kita dalam memperkuat sektor perikanan,” tutup Wayan Sunada.

Budidaya bandeng laut di Sumberkima dinilai berpotensi menjadi model perikanan modern di Buleleng. Selain memperkuat ketahanan pangan, sektor ini diharapkan menjadi motor ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di Bali Utara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #keramba jaring apung #Sumberkima #gerokgak #Benih #pasar #nener #laut #budidaya #bandeng #bali utara #buleleng