SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Isu menipisnya stok dan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai ramai diperbincangkan masyarakat.
Kekhawatiran juga merembet pada ketersediaan gas elpiji (LPG), menyusul konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menegaskan bahwa kondisi pasokan BBM dan LPG di Indonesia, khususnya Bali, masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Politisi yang akrab disapa Ajus Linggih itu meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum tentu berdampak langsung.
"Indonesia masih sangat stabil dibandingkan negara-negara di ASEAN. Jadi masyarakat tidak perlu panik," ujar pria asal Desa Tajun, Buleleng itu.
Menurutnya, meski tensi global meningkat dan jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz terdampak, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga energi.
Ia mencontohkan, harga BBM jenis RON 92 yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 per liter kini hanya mengalami penyesuaian menjadi Rp13.000 per liter per 27 Maret 2026.
Ajus menilai, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan dampak konflik yang lebih besar di negara lain. Hal tersebut menunjukkan ketahanan energi Indonesia relatif lebih kuat di kawasan.
Meski begitu, ia tetap mendorong pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi alternatif, khususnya kendaraan listrik, guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam perjanjian iklim global untuk menekan emisi karbon.
Selain itu, Ajus menyebut bahwa proses peralihan dari LPG ke sumber energi lain sejatinya telah berjalan cukup lama.
Indonesia, kata dia, memiliki potensi besar di sektor energi lain, termasuk sebagai produsen gas alam cair (LNG) yang bahkan diekspor ke luar negeri.
"Transisi LPG memang sudah dilakukan sejak lama karena Indonesia merupakan produsen LNG, bahkan kita melakukan ekspor," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya