SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tingkat pengangguran di Bali menunjukkan kenaikan tipis pada Februari 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 1,59 persen, naik 0,01 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melihat angka persentase tersebut, itu berarti dari 100 orang penduduk Bali, satu orang diantaranya menganggur.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan secara jumlah, pengangguran tercatat sebanyak 42,32 ribu orang.
Meski secara absolut menurun sekitar 0,81 ribu orang, kenaikan TPT menunjukkan adanya perubahan komposisi angkatan kerja.
Di sisi lain, jumlah angkatan kerja justru mengalami penurunan. Pada Februari 2026 tercatat 2,66 juta orang, turun sekitar 77,85 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Hal ini turut memengaruhi rasio pengangguran terhadap total angkatan kerja.
Jumlah penduduk yang bekerja juga ikut turun menjadi 2,62 juta orang, atau berkurang 77,04 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pasar kerja di Bali masih mengalami tekanan, meskipun tidak terlalu signifikan.
”Lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling tinggi adalah pertanian sebesar 18,99 persen, sedangkan yang terendah adalah aktivitas penerbitan dan telekomunikasi sebesar 0,22 persen," ujarnya.
Meski tingkat pengangguran naik tipis, beberapa indikator kualitas tenaga kerja justru membaik. Persentase setengah pengangguran turun menjadi 1,73 persen, sementara pekerja paruh waktu juga menurun menjadi 21,80 persen.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Bali mencapai 3,56 juta orang. Dari jumlah tersebut, 2,66 juta orang masuk angkatan kerja, sementara sekitar 0,90 juta lainnya bukan angkatan kerja, seperti pelajar dan ibu rumah tangga. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya