RadarBuleleng.id - Rencana pemerintah pusat membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan di Bali menuai sorotan dari Ketua DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Agus Bagus Pratiksa Linggih.
Pria yang akrab disapa Ajus Linggih itu mendukung hadirnya KEK Keuangan, namun mengkritisi wacana penempatan lokasi yang disebut-sebut kembali mengarah ke kawasan Bali Selatan.
Menurut Ajus, Bali Selatan saat ini sudah terlalu padat dengan pembangunan dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, pemerintah diminta tidak lagi memusatkan proyek strategis di wilayah tersebut.
“Tentunya saya menyambut positif rencana itu. Tapi saya kurang setuju dengan rencana lokasi. Mengingat lokasinya itu lagi-lagi di Selatan,” ujar Ajus di Denpasar, Sabtu (16/5/2026).
Pria yang juga anggota DPRD Bali itu menilai, pemerintah seharusnya hadir untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali, bukan justru memperlebar ketimpangan antara Bali Selatan dengan daerah lainnya.
Saat ini, kawasan Bali Selatan memang menjadi pusat utama pariwisata Pulau Dewata.
Berbagai fasilitas penunjang, mulai dari infrastruktur hingga investasi sektor pariwisata, banyak terkonsentrasi di wilayah tersebut. Kondisi itu dinilai membuat pembangunan di Bali semakin tidak merata.
“Justru pemerintah itu harusnya hadir untuk pemerataan di Bali, bukan malah memperparah ketimpangan yang ada,” tegas pria asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng itu.
Ajus berharap pemerintah pusat mempertimbangkan lokasi alternatif apabila KEK Keuangan benar-benar direalisasikan di Bali.
Ia menyarankan agar kawasan pengembangan baru diarahkan ke wilayah yang masih membutuhkan dorongan investasi dan pembangunan ekonomi.
Menurutnya, daerah seperti Buleleng atau Karangasem dinilai lebih tepat dijadikan lokasi
KEK Keuangan karena dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di luar Bali Selatan.
“Jadi, saya berharap ketika memang pemerintah pusat memutuskan untuk ada KEK Keuangan di Bali, bisa dilaksanakan di daerah-daerah lain,” tambahnya.
“Kalau boleh kalau saya melihat, mungkin ya di antara Buleleng atau Karangasem,” tandas Ajus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya