Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dolar Makin Mahal, Pelaku UMKM Asal Buleleng Mulai Tertekan: Harga Bahan Baku hingga Kemasan Naik

Marsellus Pampur • Senin, 1 Juni 2026 | 08:52 WIB
TETAP BERPUTAR: Suasana aktivitas jual-beli di Pasar Badung. Pedagang mulai merasakan dampak dari mahalnya harga dolar. (Marsellus Pampur/Radar Bali)
TETAP BERPUTAR: Suasana aktivitas jual-beli di Pasar Badung. Pedagang mulai merasakan dampak dari mahalnya harga dolar. (Marsellus Pampur/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Penguatan nilai tukar dolar AS mulai dirasakan para pelaku UMKM di Bali. 

Kenaikan harga bahan baku hingga biaya kemasan membuat pelaku usaha kecil harus memutar otak agar bisnis tetap bertahan di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Salah satu pelaku UMKM yang mulai terdampak adalah Vidya Prama Suganda, 38. Pemilik usaha olahan pangan kering RY Kitchen Bali itu mengaku kenaikan harga terjadi hampir di seluruh lini produksi.

“Berdampak sekali. Harga bahan baku mulai naik,” ujar pengusaha asal Buleleng itu.

Tak hanya bahan baku utama, harga plastik kemasan yang digunakan untuk membungkus produk olahannya juga ikut melonjak. Bahkan kenaikannya disebut mencapai sekitar 30 persen.

“Bahan baku naik, dan plastik kemasan juga ikut naik,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Suganda harus mencari cara agar usahanya tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan maupun reseller. Salah satu langkah yang terpaksa diambil yakni menaikkan harga jual produk.

Menurut dia, keputusan itu tak bisa dihindari karena biaya produksi terus membengkak dalam beberapa waktu terakhir.

“Karena biaya produksi meningkat, mau tidak mau harga jual pun saya harus naikkan lagi,” ungkapnya.

Meski begitu, kenaikan harga jual justru memunculkan kekhawatiran baru. Suganda mengaku mulai cemas dengan kondisi daya beli masyarakat yang belakangan menurun.

Beruntung, hingga kini para reseller dan mitra usaha masih memahami situasi yang dihadapi pelaku UMKM.

“Astungkara tidak ada yang protes sejauh ini. Mereka sudah mengerti dengan kondisi sekarang ini,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #dolar #umkm #bisnis #buleleng