SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Hasil seleksi administrasi calon Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng berubah setelah Panitia Seleksi (Pansel) menerima sanggahan dari dua peserta yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos.
Keputusan tersebut membuat jumlah peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya bertambah dari sembilan menjadi 11 orang.
Dari total 22 pelamar yang mengikuti seleksi, kini separuh peserta dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahapan lanjutan. Sementara 11 peserta lainnya dinyatakan gugur.
Ketua Pansel Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan dua peserta yang mengajukan sanggahan berhasil memberikan penjelasan tambahan terkait pengalaman kepemimpinan yang sebelumnya dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi.
Menurutnya, pada tahap verifikasi awal, panitia masih meragukan rekam jejak kepemimpinan kedua pelamar karena dokumen yang disampaikan belum menjelaskan secara rinci pengalaman memimpin tim maupun durasi jabatan yang pernah dijalani.
"Saat verifikasi awal kami masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait pengalaman memimpin. Setelah menyampaikan sanggahan dan melengkapi penjelasan yang diperlukan, Pansel dalam rapat memutuskan menerima penjelasan tersebut sehingga keduanya dinyatakan memenuhi syarat," ujar Suyasa.
Dua peserta yang lolos melalui mekanisme sanggah berasal dari latar belakang berbeda.
Satu peserta merupakan mantan kepala cabang bank yang pernah bertugas di sejumlah daerah.
Sementara satu peserta lainnya berasal dari internal Perumda Pasar dan saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan.
Suyasa mengungkapkan, peserta dari internal perusahaan sebelumnya belum menjelaskan secara rinci masa jabatan dan pengalaman memimpin unit kerja.
Setelah melengkapi keterangan tersebut, panitia menilai syarat pengalaman kepemimpinan telah terpenuhi.
Dengan hasil tersebut, komposisi peserta yang lolos dan tidak lolos menjadi seimbang, masing-masing sebanyak 11 orang.
Menariknya, tidak ada mantan direksi Perumda Pasar Argha Nayottama yang berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dua mantan direksi yang sebelumnya dinyatakan gugur, yakni mantan Direktur Utama Putu Suardhana dan mantan Direktur Keuangan Mega Esti Roh Ani, juga tidak mengajukan sanggahan atas hasil seleksi administrasi.
Padahal sebelumnya kedua nama tersebut ikut bersaing dalam perebutan kursi direksi yang dibuka Pemkab Buleleng secara terbuka setelah seluruh jajaran direksi diberhentikan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Seleksi kini memasuki tahapan yang lebih ketat. Sebanyak 11 peserta yang lolos administrasi dijadwalkan mengikuti psikotes dan uji kompetensi pada 4 Juni 2026.
Selanjutnya, para peserta wajib menyusun makalah serta rencana bisnis pengembangan Perumda Pasar yang harus diserahkan pada 6 hingga 9 Juni 2026. Dokumen tersebut akan menjadi bahan penilaian dalam tahapan berikutnya.
Peserta kemudian akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 11-12 Juni 2026, sebelum mengikuti wawancara akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
Suyasa menegaskan proses seleksi lanjutan akan dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi.
Tim tersebut antara lain melibatkan doktor hukum dari Undiksha, doktor ekonomi dari Universitas Mahendradatta, profesor Fakultas Pertanian Universitas Udayana, mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, serta dirinya selaku Ketua Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya