Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Harga Pertamax Melambung, Pengguna di Buleleng Mengeluh: Awalnya Habis Seminggu, Kini Hanya Bertahan 3 Hari

Francelino Junior • Kamis, 11 Juni 2026 | 04:05 WIB
ANTRE: Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Buleleng. (dok. Radar Buleleng)
ANTRE: Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Buleleng. (dok. Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang mulai berlaku Rabu (10/6/2026) mengejutkan banyak pengguna kendaraan di Buleleng. 

Harga yang sebelumnya Rp 12.300 per liter kini melonjak menjadi Rp 16.250 per liter atau naik hingga 32,1 persen.

Lonjakan harga tersebut langsung terasa di kantong masyarakat. Sejumlah pengguna mengaku harus menghitung ulang pengeluaran bulanan mereka karena biaya transportasi harian ikut membengkak.

Pantauan di salah satu SPBU di Kabupaten Buleleng menunjukkan perubahan pola pembelian BBM. 

Jika sebelumnya antrean kendaraan di jalur Pertamax cukup ramai, kini mayoritas pengguna beralih ke Pertalite.

Bahkan antrean di dispenser Pertalite terlihat semakin padat dibandingkan hari-hari sebelumnya. 

Sementara itu, kendaraan yang masih mengisi Pertamax didominasi mobil pribadi, sedangkan jumlah pengendara sepeda motor mengalami penurunan.

“Banyak yang akhirnya memilih mengisi Pertalite. Katanya, sing kuat be ngalih (tidak kuat beli) Pertamax,” ujar salah satu operator SPBU di Buleleng.

Kenaikan harga Pertamax juga dirasakan langsung oleh Komang Yudha, pengguna sepeda motor Honda PCX. 

Ia mengaku harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar.

Sebelumnya, uang Rp 100 ribu untuk membeli Pertamax masih cukup digunakan selama hampir satu pekan. 

Namun setelah harga naik drastis, jumlah yang sama diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan berkendara selama tiga hingga empat hari.

“Sangat terasa. Apalagi pengeluaran untuk berbagai kebutuhan terus bertambah, sehingga biaya BBM yang ikut naik, membuat saya harus mengatur ulang anggaran,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Pande Wismaya. Pengguna Honda PCX tersebut mengaku sempat terkejut mengetahui harga Pertamax melonjak hingga Rp 16.250 per liter.

Padahal, setiap hari ia harus menggunakan kendaraan untuk bekerja, mengantar dan menjemput anak sekolah, termasuk mengantar ke tempat les. 

Kondisi itu membuat kebutuhan BBM menjadi salah satu pos pengeluaran rutin yang sulit dikurangi.

Meski tersedia pilihan BBM yang lebih murah, yakni Pertalite, Pande mengaku belum berani beralih. 

Ia khawatir penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dapat memengaruhi performa mesin kendaraannya.

“Kalau ganti pakai Pertalite, takutnya mesin motor jadi terdampak. Karena kompresi kendaraan yang besar. Malah merusak mesin,” jelasnya.

Kondisi ini membuat sebagian pengguna kendaraan berada dalam dilema. Di satu sisi harga Pertamax dinilai terlalu tinggi, namun di sisi lain mereka khawatir penggunaan BBM dengan spesifikasi lebih rendah dapat berdampak pada usia dan performa mesin kendaraan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#spbu #bbm #pertamax #pertalite #buleleng