Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Berawal dari Bali, SMSI Bahas Pusat Finansial Internasional

Francelino Junior • Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:03 WIB
BAHAS FINANSIAL: Suasana FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Jumat (9/7/2026).
BAHAS FINANSIAL: Suasana FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Jumat (9/7/2026).

 

RadarBuleleng.id - Bali menjadi lokasi pertama yang disasar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), untuk memulai langkah strategis untuk mendorong berdirinya Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Sehingga muncul rumusan strategis yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pemerintah, dalam mewujudkannya sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

SMSI melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Menangkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” dilakukan di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali pada Jumat (10/7/2026).

Dipandu Wakil Ketua Umum SMSI, Yono Hartono bersama narasumber Dewan Pakar PHRI Bali, Trisno Nugroho dan Anggota Pokja Gubernur Bali Bidang Ekonomi Perbankan, Agus Syabarrudin.

Bali dipilih sebagai lokasi perdana penyelenggaraan FGD, karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai wajah atau etalase Indonesia di mata dunia. Sekaligus memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang pusat keuangan internasional, yang mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

”Selama ini Swiss dan Singapura menjadi pusat uang dunia. Sekarang kami ingin Indonesia, khususnya Bali, memiliki kawasan yang mampu menjadi pusat finansial internasional,” ujar Ketua Umum SMSI, Firdaus.

Ditambahkannya, keberadaan PFII nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat sektor keuangan nasional, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menarik investasi global, serta mendukung pelestarian budaya Bali.

Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi dari kalangan akademisi, praktisi, pelaku industri, pemerintah, dan media sebagai bahan penyusunan konsep PFII yang dapat diwujudkan secara bertahap. 

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan penyelenggaraan FGD merupakan program strategis SMSI Pusat, sedangkan SMSI Bali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan perdana.

”Program ini sepenuhnya merupakan inisiatif Pengurus Pusat SMSI. Kami di Bali mendapat kepercayaan menjadi penyelenggara pertama, dan tentu kami menyambutnya dengan penuh tanggung jawab,” kata Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja. 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan dan pelantikan Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa (Pokja Jaga Desa), program kolaborasi Kejaksaan Republik Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang bertujuan mengawal pengelolaan Dana Desa agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#SMSI #bali #finansial #fgd