Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hari Koperasi ke-79, Wabup Buleleng Dorong Koperasi Tinggalkan Cara Lama, Siap Bersaing di Era Modern

Eka Prasetya • Jumat, 17 Juli 2026 | 22:14 WIB
HARI KOPERASI: Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)
HARI KOPERASI: Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng menjadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan berdaya saing. 

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat memimpin apel peringatan Hari Koperasi ke-79 yang dirangkaikan dengan pasar rakyat, donor darah, serta berbagai kegiatan sosial di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, Jumat (17/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Supriatna menegaskan koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Menurutnya, pola pengelolaan secara konvensional sudah tidak lagi relevan jika koperasi ingin menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Ia menyebut, rangkaian peringatan Hari Koperasi kali ini melibatkan insan koperasi, pelaku UMKM, BUMN, BUMD, hingga berbagai pemangku kepentingan. 

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang mempromosikan koperasi dan produk UMKM, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mengusung tema "Koperasi Bangkit, Indonesia Sejahtera", Supriatna menilai kemajuan bangsa harus dibangun melalui penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, koperasi harus berkembang menjadi badan usaha yang sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

"Koperasi merupakan badan usaha sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Karena itu, koperasi harus menjadi wadah perjuangan bersama dalam mengatasi persoalan ekonomi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat," tegasnya.

Supriatna juga mengungkapkan, Buleleng memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis koperasi. 

Saat ini terdapat 573 koperasi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, termasuk 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan bagian dari program strategis nasional.

Menurutnya, Pemkab Buleleng berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat koperasi sebagai motor penggerak perekonomian desa.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus koperasi terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola organisasi, menjalankan usaha secara profesional, serta membangun kepercayaan anggota sebagai modal utama dalam mengembangkan usaha koperasi.

Tak hanya itu, Supriatna juga mendorong seluruh perangkat daerah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk terus bersinergi membina koperasi agar semakin maju, mandiri, dan kompetitif.

"Kita harus meninggalkan stigma lama bahwa koperasi berjalan lambat. Jadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing sehingga benar-benar menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Koperasi Desa koperasi buleleng