Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Siap Dukung Swasembada Daging, Alumni Unair Dorong Bali Kembangkan Sapi Premium

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 17 Juli 2026 | 22:23 WIB
DANA TALANGAN: Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya mendorong pemerintah menyiapkan dana talangan untuk pelayanan kesehatan warga miskin.
DANA TALANGAN: Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya mendorong pemerintah menyiapkan dana talangan untuk pelayanan kesehatan warga miskin.

 

RadarBuleleng.id - Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Wilayah Bali, Nyoman Dhukajaya, menilai Bali memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penghasil daging sapi premium di Indonesia. 

Menurut anggota DPRD Buleleng itu, potensi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan sapi Bali yang dipadukan dengan teknologi inseminasi buatan menggunakan bibit ras unggul.

Pernyataan tersebut disampaikan Dhukajaya usai dilantik sebagai Ketua IKA UNAIR Bali. Pelantikan dilakukan Ketua Umum IKA UNAIR, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (16/7/2026). 

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak para alumni berkolaborasi dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB) untuk mendukung program swasembada daging nasional.

Menurut Dhukajaya, sapi Bali selama ini telah dikenal memiliki kualitas genetik yang sangat baik. 

Namun, potensi tersebut masih bisa ditingkatkan melalui persilangan dengan ras sapi unggulan, seperti Belgian Blue yang memiliki karakter double muscle maupun Wagyu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Sapi Bali itu kualitasnya sudah sangat baik. Namun, ada potensi genetik lain seperti Belgian Blue dengan keunggulan double muscle atau Wagyu yang permintaannya sangat tinggi. Kami berharap alumni yang bergerak di bidang terkait dapat bersinergi untuk mengoptimalkan potensi ini di Bali,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku peternakan menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah sektor peternakan di Bali. 

Apalagi, kebutuhan daging berkualitas untuk menopang industri pariwisata di Pulau Dewata terus meningkat.

Dhukajaya menegaskan, kontribusi IKA UNAIR Bali tidak akan berhenti pada sektor peternakan. 

Politisi Golkar tersebut memastikan ratusan alumni Unair di Bali siap mengambil peran aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerah.

Menurutnya, keberadaan alumni perguruan tinggi harus mampu menjadi kekuatan intelektual yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan di Bali. Mulai dari ketimpangan pembangunan, pengelolaan sampah, kemacetan, pemerataan akses dan mutu pendidikan, layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan target Ketua Umum IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa yang ingin mendorong Indonesia menuju swasembada daging. 

Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030 itu menyebut Bali memiliki peluang besar karena didukung Balai Inseminasi Buatan yang telah memiliki ribuan dosis semen beku (straw), tenaga inseminator, hingga tim pengawas kebuntingan.

Menurut Khofifah, pengembangan sapi premium melalui inseminasi buatan tidak hanya akan meningkatkan kualitas ternak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. 

Pasalnya, harga daging premium seperti Wagyu dapat menembus lebih dari Rp 1 juta per kilogram, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
wagyu unair sapi buleleng