Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mengaku Trauma, Sarwendah ke Psikolog Usai Didatangi Debt Collector

Acep Tomi Rianto • Sabtu, 22 November 2025 | 02:35 WIB
Sarwendah mengaku trauma didatangi debt collector, hingga harus konsultasi ke psikolog.
Sarwendah mengaku trauma didatangi debt collector, hingga harus konsultasi ke psikolog.

RadarBuleleng.id - Artis Sarwendah menyebut kedatangan debt collector ke rumanya memberikan dampak psikologis yang serius, hingga ia memutuskan untuk menjalani konsultasi dengan psikolog.

Kedatangan debt collector itu diduga berkaitan dengan tunggakan cicilan mobil mantan suaminya, Ruben Onsu. Peristiwa itu membuatnya dan anak-anak terkejut serta merasa ketakutan.

Sarwendah mengaku telah menemui psikolog untuk berdiskusi mengenai dampak jangka panjang dari peristiwa yang mengguncang mentalnya itu.

Sebagai seorang ibu yang berada di rumah bersama anak-anak, ia merasa sangat terancam dengan kehadiran orang asing yang datang secara tiba-tiba.

"Aku ke psikolog, iya. Aku cuma mau nanya, Kak, kalau Kakak seorang perempuan, tiba-tiba ada yang datang ke rumah, kaget enggak? Takut enggak? Gitu aja," ucapnya.

Sarwendah mengaku bahwa prioritas utamanya adalah keselamatan dan kenyamanan anak-anaknya.

Ia tidak ingin kejadian serupa terulang, mengingat kondisi kedua buah hatinya yang masih kecil.

Rasa terkejut dan takut yang dialami tidak hanya dirasakan olehnya, tetapi juga berdampak pada anak-anak.

"Apalagi aku kan perempuan, aku punya anak-anak di rumah aku, gitu loh, ya," ucapnya.

Pihak kuasa hukum Sarwendah juga sempat menegaskan bahwa tujuan kliennya buka suara ke publik semata-mata adalah untuk perlindungan dan memastikan penagihan utang tidak lagi salah sasaran ke alamatnya.

Mereka juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba memelintir situasi atau perkataan Sarwendah.

Sementara itu, pihak mantan suami Sarwendah, Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, mengklaim bahwa permasalahan utang mobil tersebut sudah selesai sesaat setelah mengetahui adanya tagihan.

Ruben juga menanggapi isu ini dengan mengkritisi tindakan debt collector yang dinilai tidak sesuai prosedur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menduga adanya upaya memojokkan klien mereka. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#psikologis #cicilan mobil #ruben onsu #debt collector #sarwendah #orang asing #konsultasi #psikolog #tunggakan