SINGARAJA-Pasca tertangkapnya lima orang pelaku pengeroyokan Adhi Putra Krismawan, 23, hingga tewas bersimbah darah di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, keluarga kini meminta polisi menghukum mereka seberat-beratnya.
Permintaan keluarga korban bukan tanpa dasar. Mereka tak habis pikir dengan tindakan keji para pelaku terhadap anak mereka nomor empat itu.
“Sebagai seorang ibu perasaan saya hancur sekali, hati saya masih sakit rasanya melihat anak saya ditendang dipukul. Saya masih belum ikhlas, saya nangis terus,” ujar Ibu Adhi, Putu Suartini dengan nada sedih.
Kenangan yang dirasakan Suartini tetap berbekas, mengingat Adhi merupakan anak kesayangan orang tuanya. Karena banyak perjalanan hidup yang menyakitkan yang telah dilaluinya.
Apalagi, kata Suartini, saat Adhi menikah ibunya yang membuat hidangan untuk pesta pernikahannya. Tetapi saat ini, ia harus kembali membuat hidangan untuk ibadah kematiannya.
“Ingat masa-masa bahagianya, waktu dia nikah ibu yang masakin. Sekarang dia meninggal, tangan saya juga yang masakin buat dia,” lanjutnya dengan sedih.
Suartini kembali berharap agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal. Apalagi Adhi merantau ke Bali selatan untuk mengadu nasib dan memberikan kehidupan bagi anak laki-laki semata wayangnya yang baru berusia 3,5 tahun.
Hukuman yang berat dan setimpal bagi para pelaku pengeroyokan itu, kata Suartini, supaya tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa anak muda lainnya.
“Adhi ingin bahagiain anak bahkan belum kepikiran untuk menikah lagi. Tetap ibu berharap hukum diterapkan semaksimal mungkin. Jangan terulang lagi kejadian seperti anak saya,” sambungnya lagi.
Senada dengan istri, Made Suki Arsawan, ayah Adhi berharap polisi bersikap tegas dan adil. Mengingat kejadian yang dialami anaknya menjadi perbincangan publik.
“Kalau bisa pelaku dihukum seberat-beratnya. Semoga pelaku lainnya juga cepat tertangkap supaya tidak ada lagi keresahan,” harapnya.
Saat ini, keluarga Adhi tengah mempersiapkan ibadah hari ketiga untuk anak keempat dari enam bersaudara itu, sesuai dengan tata cara ibadah Kristen.
Sebagai bentuk penghormatan, keluarga juga mendatangi kuburan Adhi dan membawa makanan dan minuman kesukaannya. ***
Editor : Donny Tabelak