Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelaku Pengeroyokan di Sempidi Ternyata Gabung Kelompok Tertentu

Andre Sulla • Rabu, 24 Januari 2024 | 02:47 WIB

PELAKU PENGEROYOKAN: Polisi saat melakukan press release terkait peristiwa pengeroyokan di Sempidi.
PELAKU PENGEROYOKAN: Polisi saat melakukan press release terkait peristiwa pengeroyokan di Sempidi.
 

RadarBuleleng.id – Para pelaku pengeroyokan pemuda Buleleng yang terjadi di Kelurahan Sempidi pada pekan lalu, ternyata bergabung dalam kelompok tertentu.

Saat ini polisi baru menangkap lima orang pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap Adhi Putra Krismawan, 23, pemuda asal Buleleng.

Polisi mengungkap bahwa para pelaku pengeroyokan itu berafiliasi dengan kelompok tertentu. Tepatnya lagi kelompok pencak silat.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat memberikan keterangan pers di Polres Badung, Selasa (23/1/2024).

Jansen mengungkap, ada lima orang yang ditangkap polisi. Mereka adalah Roni Saputra, 23; Bima Fajar Hari Saputra, 18; Ocshya Yusup Bahtiar, 21; Ahmat Hilmi Mustofa, 25; dan seorang remaja berinisial AM, 17.

Mereka berlima ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.

Tersangka Ocshya Yusup Bahtiar dan Ahmat Hilmi Mustofa di Jawa Timur. Mereka ditangkap pada Sabtu (20/1/2024).

Selanjutnya pada Minggu (21/1/2024), polisi menangkap Roni Saputra di Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan, Denpasar Barat.

Sementara Bima Fajar Hari Saputra ditangkap di sebuah mess yang terletak di Jalan Gunung Sanggabuana, Tegal Kertha, Denpasar Barat.

Kemudian tersangka AM diringkus di mess cuci motor, Abianbase, Mengwi, Badung.

Jansen mengungkapkan, mereka berlima sama-sama berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Mereka disebut bergabung dalam kelompok pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Tadinya mereka berencana menyerang kelompok silat lainnya. Tepatnya IKSPI Kera Sakti.

Polisi memastikan para pelaku salah sasaran mengeroyok korban. “Mereka salah mengira bahwa korban bagian dari kelompok musuh,” katanya.

Jansen menyebut mereka mengeroyok korban karena mengenakan baju hitam. Baju tersebut mirip yang dikenakan musuh mereka.

Lebih lanjut Jansen mengatakan, polisi memperkirakan ada 12 orang sampai 17 orang yang melakukan pengeroyokan.

"Sementara baru lima, kita masih kejar pelaku lain. Ya, Belum semua pelaku dapat kami amankan," demikian Jansen. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#pencak silat #ikspi kera sakti #Sempidi #psht #pengeroyokan #buleleng #adhi putra krismawan