radarbuleleng.id - Selama 16 hari Operasi Sikat Agung 2024 yang digelar 25 April sampai 10 Mei, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polresta menangkap 136 tersangka dari 115 kasus.
Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti di antaranya 10 unit mobil dan 70 unit sepeda motor.
Direktur Rektorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Bali, Kombespol Yanri Paran Simarmata saat gelar jumpa pers di Mapolda Bali mengungkapkan, kasus paling banyak diungkap Polresta Denpasar yakni 30 kasus dengan 34 orang tersangka.
Disusul Polres Buleleng dengan 14 kasus 19 tersangka. Polres Gianyar 15 kasus 16 tersangka. Polres 12 kasus 13 tersangaka.
Berikutnya Polres Jembrana 13 kasus 12 tersangaka. Polres Karangasem 6 kasus 11 tersangka. Polres Tabanan 5 kasus 8 tersangka. Polres klungkung 5 kasus 7 tersangka.
Polres Bangli 3 kasus 4 tersangaka. Terakhir Ditreskrimum Polda Bali 12 kasus 12 tersangka.
Dari ratusan kasus yang berhasil diungkap ini 70 kasus merupakan target operasi dengan jumlah tersangka 75 orang. Sementara 45 kasus lainnya dengan 61 orang tersangka merupakan di luar target operasi.
Kombes Yanri mengatakan operasi ini digelar berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Bali.
Operasi ini digelar juga bentuk cipta kondisi sebelum penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) Ke-10 yang akan digelar di Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali pada 18-25 Mei ini.
Selanjutnya, selama penyelenggaraan WWF akan digelar Operasi Tri Brata Agung-2024 yang akan digelar 10 hari 17-26 Mei.
Operasi demi operasi ini digelar untuk memastikan keamanan pertemuan WWF nanti yang akan dihadiri kurang lebih 50.000 delegasi berjalan lancar dan aman.
Persiapan pengaman dan pembagian tugas-tugas sudah dilakukan tinggal dimatangkan menjelang hari H.
Satgas-sathas yang disiapkan termasuk Satgas anti teror saat ini sudah bekerja. ***
Editor : Donny Tabelak