RadarBuleleng.id - Pria asal Desa Yehembang, Jembrana, Komang Kesuma Jaya, 37, ditemukan dalam kondisi mengapung di Banyuwangi.
Pihak keluarga meyakini jika korban menjadi korban pembunuhan. Sebab ada serangkaian peristiwa janggal yang ditemukan keluarga korban.
Mulai dari sepeda motor yang digadaikan, korban yang mendadak putus kontak, hingga korban yang tiba-tiba disebut pergi memancing ke Banyuwangi.
Namun fakta berbeda diungkap oleh pihak kepolisian yang bertugas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sebagaimana diberitakan Radar Banyuwangi, jenazah Komang Kesuma Jaya ditemukan di wilayah Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Jenazahnya ditemukan dalam kondisi mengapung di aliran sungai pada Senin (10/3/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Mereka adalah Iwan Susanto, 45, dan Micky Langgeng Pras, 19. Kedua pria tersebut saat itu tengah mencari lokasi memancing di tepi sungai.
Ketika hendak melemparkan kail, Iwan melihat sosok tubuh mengapung di air. Ia segera memanggil Micky untuk memastikan temuannya.
Begitu yakin itu mayat. Keduanya melapor kepada Kepala Desa Bimorejo. Selanjutnya laporan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas desa setempat dan tim medis dari Puskesmas Bajulmati.
Petugas medis yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan menjelaskan, tim medis dari Puskesmas Wongsorejo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut, tetapi tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan,” jelasnya.
Pihak kepolisian sempat meminta persetujuan keluarga korban untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Namun, keluarga menolak dan memilih membawa jenazah pulang ke rumah duka.
“Berdasarkan hasil visum di Puskesmas Wongsorejo dan RSUD Blambangan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tambah AKP Eko Darmawan.
Polisi mengklaim, korban sempat berpamitan untuk pergi memancing bersama rekannya. Namun, keluarganya tidak mengetahui kemana korban pergi hingga akhirnya mendapat kabar dari Polsek Wongsorejo bahwa ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Untuk penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan. Dari hasil pemeriksaan medis, diperkirakan korban telah meninggal selama satu hari sebelum ditemukan,” pungkasnya.
Asal tahu saja, korban Komang Kesuma Jaya pamit dari rumah pada Minggu (9/3/2025). Saat itu dia pergi bersama tetangganya yang bernama Putu Saputra Adinata alias Gading.
Menurut keluarga, korban pamit ingin mencari sepeda motor yang sempat digadaikan oleh Gading di Banyuwangi.
Penjelasan ini, berbeda dengan penjelasan aparat kepolisian di Banyuwangi. Polisi menyebut jika korban sempat pamit kepada keluarga untuk pergi memancing.
Keesokan harinya, tepatnya pada Senin (10/3/2025), Gading pulang seorang berdiri. Keluarga pun mempertanyakan keberadaan Komang. Namun Gading berdalih bahwa korban masih tidur di Desa Delodberawah, Jembrana.
Puncaknya, pada Senin sekitar pukul 18.00 WITA, keluarga menerima kabar duka bahwa Komang ditemukan tewas di tepi sungai Wongsorejo, Banyuwangi.
Kini tetangga korban yang bernama Gading, hilang tanpa jejak. Dia hilang setelah kabar soal kematian Komang tersebar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya