RadarBuleleng.id - Kasus penembakan brutal yang menewaskan seorang warga negara Australia di Bali akhirnya menemui titik terang.
Tiga pria yang diduga terlibat dalam aksi penembakan di sebuah vila mewah kawasan Badung telah berhasil diamankan. Seorang berhasil ditangkap di Jakarta dan dua lainnya di Melbourne, Australia.
Korban dalam kejadian berdarah ini adalah Zivan Radmanovic, 32, yang tewas di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Sanar Ghanim, 35, mengalami luka serius.
Aksi kriminal tersebut terjadi di Villa Casa Santisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (14/6/2025) dini hari.
Penangkapan pertama dilakukan oleh petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Senin malam (16/6/2025).
Seorang pria bertubuh kekar mencurigakan tertangkap saat hendak meninggalkan Indonesia melalui terminal keberangkatan internasional. Ketika diminta menunjukkan identitas, pelaku mencoba melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diamankan.
Saat ditanya kenapa tidak berangkat dari Bandara Ngurah Rai, ia akhirnya mengaku terlibat penembakan di Bali.
Pelaku mengaku kabur dari Bali lewat jalur darat menuju Jakarta. Dari hasil pemeriksaan awal, ia juga menyebut dua temannya telah lebih dulu melarikan diri ke Australia.
Bareskrim Polri yang mendapat informasi tersebut langsung berkoordinasi dengan Interpol dan Australian Federal Police (AFP).
Hasilnya, dua pelaku lainnya berhasil diamankan di Melbourne pada Selasa dini hari (17/6/2025). Mereka akan segera dibawa ke Indonesia.
Mengacu pada lokasi kejadian yang berada di wilayah hukum Polres Badung, pelaku yang ditangkap di Bandara Soetta langsung diterbangkan ke Bali untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, membenarkan penangkapan tersebut. “Saya sudah terima laporan dari Kapolda. Saat ini pelaku sudah diamankan,” ujarnya di Jembrana, Bali, Selasa (17/6/2025), didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Meski belum merinci identitas dan kronologi secara lengkap, Sigit menyebut satu pelaku ditangkap di Jakarta dan dua lainnya sedang dalam proses pemulangan dari luar negeri. “Detail lengkap akan dirilis oleh Polda Bali,” katanya.
Dugaan sementara, para pelaku dan korban merupakan bagian dari kelompok kriminal asal Australia. Hal ini menguat setelah hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi mengindikasikan keterlibatan geng bersenjata.
Salah satu saksi kunci, Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan, masih mengalami trauma berat atas kejadian mengerikan itu.
Dia mengaku tidak mengenali para pelaku dan yakin vila yang mereka tinggali sudah terkunci otomatis dengan sidik jari.
Menurut kesaksiannya, dia tertidur sekitar pukul 00.00 WITA, lalu terbangun karena mendengar suara pintu digedor disusul suara tembakan. Sang suami yang sempat keluar untuk mengecek langsung ditembak berulang kali hingga ke dalam toilet.
“Pelakunya pakai jaket oranye terang dan helm hitam,” kisahnya terbata. Ia hanya bisa bersembunyi di balik bed cover, menyaksikan suaminya tewas bersimbah darah dari balik celah kain.
Setelah menembak Zivan, pelaku lalu masuk ke kamar lain yang ditempati korban kedua, Sanar Ghanim. Hingga kini, Sanar masih menjalani perawatan intensif akibat luka tembak serius. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya