RadarBuleleng.id – Aksi perburuan liar burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi) kembali mencoreng upaya konservasi di Kabupaten Tabanan, Bali.
Yayasan Pencinta Alam dan Kemanusiaan (Friends of Nature, People and Forest/FNPF) melaporkan seorang warga Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, berinisial S alias Pan Wirna, kepada polisi.
Pria itu dituding berulang kali menangkap jalak Bali, satwa endemik berstatus dilindungi yang tengah dikonservasi oleh Desa Adat Utu, Desa Babahan.
Modusnya, pelaku memasang jebakan di atas pohon, menggunakan burung jalak kebo sebagai pancingan.
Ketua tim dokter hewan FNPF Bali, drh. I Made Sugiatha mengatakan, laporan resmi dilayangkan Kamis (7/8/2025).
“Penangkapan ini bukan yang pertama, tapi sudah berulang kali. Padahal burung-burung tersebut jelas masuk program konservasi,” ujarnya.
Peristiwa terakhir terjadi Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu, tiga orang relawan FNPF tengah menanam bibit pohon di Subak Jatiluwih, dekat Pura Besikalung.
Mereka melihat jebakan berisi dua jalak Bali bercincin identitas konservasi dan seekor jalak kebo. Relawan langsung menghubungi pecalang dan pihak Desa Adat Utu.
Tak lama, seorang ibu dan anak mendatangi lokasi dan mencoba mengambil burung yang terperangkap. Setelah ditelusuri, perangkap itu milik Pan Wirna, warga Jatiluwih, yang merupakan keluarga dari ibu dan anak tersebut.
Sugiatha menegaskan, pelaku sudah mengetahui status jalak Bali sebagai satwa dilindungi serta aturan desa adat setempat yang melarang penangkapan.
“Kami punya bukti kuat untuk dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.
Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa membenarkan laporan tersebut.
“Kami masih menyelidiki kasus ini dan sudah menerima laporan resmi dari pihak yayasan,” ujarnya.
Sebagai catatan, Kecamatan Penebel memiliki dua desa konservasi jalak Bali, yakni Banjar Dinas Utu di Desa Babahan dan Desa Tengkudak.
Keduanya memiliki awig-awig yang melarang keras penangkapan satwa ini, demi menjaga populasi jalak Bali yang kian terancam punah. (*)
Editor : Eka Prasetya