Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Salah Paham Kembang Api Berujung Penusukan di Denpasar Timur. Mahasiswa Asal Timor Leste Kritis

Andre Sulla • Jumat, 2 Januari 2026 | 08:09 WIB

 

Ilustrasi TKP
Ilustrasi TKP

RadarBuleleng.id – Perayaan malam pergantian tahun di wilayah Denpasar Timur diwarnai insiden berdarah. 

Seorang mahasiswa asal Timor Leste, Kristianus Bayu AP Soares, 24, menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Akasia XVI Denpasar Timur, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 19.30 WITA.

Insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman terkait aktivitas bermain kembang api atau petasan di sekitar kos. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSAD Udayana Denpasar.

Salah seorang warga menuturkan, peristiwa bermula saat suasana malam penutupan akhir tahun mulai ramai. Ketika itu, korban diketahui hendak membeli makanan di sekitar kos temannya.

Di lokasi, pemilik warung sempat menegur sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan kembang api karena dikhawatirkan mengganggu balita yang sedang tidur. 

Baca Juga: Bara Kembang Api Diduga Picu Kebakaran Pelinggih Pura Desa di Tabanan Bali, Kerugian Capai Rp 70 Juta

Tak berselang lama, beberapa remaja lain datang menggunakan sepeda motor dan kembali hendak menyalakan petasan di depan warung tersebut.

Teguran kembali dilontarkan. Situasi pun memanas. Korban yang berada di lokasi disebut ikut tersulut emosi hingga terjadi dorong-dorongan dengan salah satu pria berinisial GK dan beberapa rekannya.

Merasa situasi sudah kondusif, Kristianus kembali ke kos temannya. Namun tak lama kemudian, sekelompok orang mendatangi kos tersebut dan mengetuk pintu. Tanpa banyak bicara, korban langsung diserang secara brutal.

Korban dipukul dan diserang menggunakan sejumlah benda, termasuk besi dan benda menyerupai tombak. 

Berusaha menyelamatkan diri, korban keluar dari area kos dan berlari ke arah Jalan Akasia. Aksi pengejaran bahkan berlanjut hingga depan sebuah warung dan studio tato di kawasan tersebut.

Dalam kondisi bersimbah darah, korban akhirnya dilarikan ke RSAD Udayana Denpasar menggunakan sepeda motor oleh rekan-rekannya. 

Teman kos korban, Frelydino Nyongkianus Leki, mengaku melihat Kristianus kembali ke kos dengan luka parah.

“Tangannya luka berat, darah banyak keluar. Kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Tim medis RSAD Denpasar menemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya luka di tangan kanan, telapak tangan kanan, tangan kiri, serta luka tusuk di bagian perut atas. 

Korban kini masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan menjalani operasi akibat luka dalam yang dideritanya.

Sementara itu, pihak keluarga terduga pelaku menyampaikan versi kronologis berbeda. 

Menurut keterangan keluarga, peristiwa berawal ketika anak dari GK yang masih di bawah umur hendak membeli es di sekitar lokasi sambil membawa kembang api.

Remaja tersebut disebut ditegur dengan nada keras oleh sekelompok orang, salah satunya diduga korban, agar tidak bermain kembang api di sekitar kos. Situasi kemudian memanas hingga remaja itu diduga dicekik dan ditendang.

Merasa terancam setelah melihat salah satu pria mengeluarkan benda tajam yang diduga pisau, remaja tersebut melarikan diri dan melapor kepada orang tuanya. 

Mendengar laporan itu, sang ayah bersama beberapa rekannya mendatangi lokasi kejadian.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Ia menyatakan, pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologis kejadian dengan mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kami sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Korban menjalani operasi dan pihak keluarga melapor ke Polresta Denpasar. Penanganan kami koordinasikan,” ujar Kompol Tomiyasa.

Polisi juga mendalami dugaan penggunaan senjata tajam dalam insiden tersebut. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi, terutama di momen perayaan akhir tahun. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penganiayaan #operasi #sepeda motor #makanan #petasan #senjata tajam #balita #insiden #mahasiswa #kembang api #malam #denpasar timur #perawatan #timor leste #kos