Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelaku Penculikan dan Mutilasi WNA Ukraina di Bali Masih Misterius. Enam Orang Masih Buron

I Wayan Widyantara • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:30 WIB
OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP di lokasi temuan potongan tubuh manusia. diduga kuat korban mutilasi.
OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP di lokasi temuan potongan tubuh manusia. diduga kuat korban mutilasi.

 

RadarBuleleng.id - Kasus penculikan sekaligus mutilasi yang menewaskan warga negara asing (WNA) Ukraina, Lihov Komarov (sebelumnya diberitakan Igor Komarov), tak kunjung menemukan titik terang. 

Polda Bali menetapkan tujuh orang WNA sebagai tersangka. Namun dari tujuh orang itu, enam orang diantaranya berstatus buron.

Dari tujuh orang pelaku, polisi menangkap seorang WNA asal Nigeria di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 23 Februari silam.

Kini sebulan berlalu, enam orang WNA lain yang masih berstatus buron, diduga telah kabur ke luar negeri.

Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya, mengatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui serangkaian penyelidikan dan gelar perkara.

“Setelah melalui rangkaian penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan tujuh orang tersangka dan seluruhnya merupakan warga negara asing,” ujarnya.

Adapun enam orang WNA yang masih buron masing-masing berinisial FN (WNA Ukraina), SM (WNA Rusia), RM (WNA Ukraina), FA (WNA Kazakhstan), DH (WNA Ukraina), dan NP (WNA Kazakhstan).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Gede Adhi Mulyawarman, mengungkapkan bahwa aksi penculikan ini telah direncanakan secara matang. Para pelaku bahkan diketahui telah memantau korban sejak satu bulan sebelum kejadian.

Aktivitas pemantauan itu terekam kamera CCTV di sekitar vila tempat korban menginap di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.

“Terlihat beberapa orang melakukan pemantauan menggunakan kendaraan berbeda di sekitar vila korban,” jelasnya.

Tak hanya itu, sekitar sepekan sebelum kejadian, para pelaku juga menyewa sejumlah kendaraan menggunakan identitas palsu. Kendaraan tersebut kemudian dipakai secara bergantian sebagai bagian dari skenario penculikan.

Pada hari kejadian, korban dicegat di jalan kawasan Jimbaran, kemudian dibawa oleh pelaku ke beberapa lokasi berbeda, termasuk sejumlah vila yang telah disiapkan sebelumnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk bercak darah di kendaraan dan vila yang digunakan pelaku.

“Hasil uji DNA menunjukkan kecocokan dengan keluarga korban,” kata Gede Adhi.

Penyidik juga mengungkap pergerakan korban melalui analisis GPS kendaraan, rekaman CCTV, serta keterangan saksi. Rangkaian bukti tersebut mengarah pada identitas para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pengembangan kasus, terungkap pula salah satu tersangka terlibat dalam penyewaan kendaraan menggunakan tiga paspor palsu. 

Meski para pelaku telah teridentifikasi, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penculikan yang berujung kematian tersebut. “Motifnya masih kami dalami,” ujar Gede Adhi.

Untuk memburu enam tersangka yang kini buron, Polda Bali telah berkoordinasi dengan Interpol serta sejumlah instansi terkait guna melakukan pelacakan di luar negeri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#buron #mutilasi #penculikan #warga negara asing #ukraina