SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Fasilitas Catheterization Laboratory alias Cath Lab di RSUD Buleleng tak kunjung beroperasi.
Semula fasilitas untuk pelayanan pasien dengan penyakit jantung tersebut, diharapkan bisa beroperasi pada bulan Januari 2024 lalu.
Sayangnya izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tak kunjung terbit, sehingga operasionalnya juga ikut mundur.
Padahal saat ini dari sisi sarana prasarana, ruang perawatan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) sudah siap melayani pasien.
Akibatnya pasien-pasien dengan penyakit jantung, harus dirujuk ke Denpasar guna mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih menanti izin dari Bapeten RI.
Ia mengaku proses penerbitan izin itu cukup lama. Ia menduga izin yang diajukan RSUD Buleleng masih dalam tahap verifikasi Bapeten.
“Sebenarnya dari sisi persyaratan perizinan sudah kami lengkapi semua. Dokumen juga sudah kami ajukan sejak bulan Desember. Tapi memang izinnya belum terbit,” kata Arya, Selasa (6/2/2024).
Menurutnya RSUD Buleleng mutlak memerlukan izin dari Bapeten. Alasannya RSUD Buleleng memerlukan alat x-ray untuk memberikan pelayanan. Nah untuk mengoperasikan alat x-ray itu, memerlukan izin dari Bapeten.
Dampaknya, RSUD harus merujuk pasien ke RS Prof Ngoerah di Denpasar. Padahal RSUD Buleleng telah memiliki fasilitas yang sama.
Ia mengaku pasien yang memerlukan layanan Cath Lab jumlahnya cukup banyak. Hanya saja pihaknya belum bisa memberikan pelayanan karena terkendala izin.
“Kalau dari sisi SDM sebenarnya sudah siap. Apalagi peralatan, itu sudah siap. Akhirnya dokter kami yang ahli di bidang itu, sekarang ini terpaksa praktik di Makassar untuk memberikan pelayanan,” imbuhnya.
Setelah mendapatkan izin dari Bapeten, RSUD Buleleng juga berencana menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kerjasama dengan BPJS Kesehatan mutlak dilakukan, sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani dengan pembiayaan.
Apalagi biaya untuk mendapatkan layanan Cath Lab mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Biaya itu belum termasuk perawatan di ruang rawat inap serta obat-obatan.
Bila fasilitas Cath Lab sudah beroperasi, harapannya warga tidak perlu lagi ke Denpasar guna mendapatkan layanan. Mengingat hal itu memerlukan waktu dan juga biaya.
Rencananya fasilitas Cath Lab itu akan melayani sebanyak 4-5 orang pasien per hari.
Asal tahu saja, RSUD Buleleng tahun lalu mendapat bantuan fasilitas cath lab dari Kementerian Kesehatan.
Pihak rumah sakit juga telah menyiapkan SDM ahli. Seperti dokter spesialis jantung, dokter spesialis neurologi, tenaga kesehatan terampil, petugas radiasi, asisten dokter ahli, apotek khusus, fasilitas sterilisasi, ruang laundry, hingga ruang rawat inap khusus. (*)
Editor : Eka Prasetya