Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Meningitis Merebak di Bali, Hindari Konsumsi Lawar Getih Matah

Eka Prasetya • Jumat, 24 Mei 2024 | 21:03 WIB
Ilustrasi vaksin meningitis
Ilustrasi vaksin meningitis

RadarBuleleng.id - Penyakit meningitis kembali merebak di Bali. Kali ini penyakit radang pada selaput otak itu menimpa belasan warga di Kabupaten Karangasem.

Penyakit meningitis disebabkan oleh bakteri streptococcus suis. Penyakit tersebut dapat berdampak fatal bagi para penderitanya.

Pada skala tertentu, penyakit meningitis dapat memicu penyakit yang lebih parah. Yakni meningokokus. 

Saat sudah masuk fase meningokokus, bakteri sudah menyebar pada otak sehingga menyebabkan radang otak. Pada fase meningokokus, tingkat kematian cukup tinggi, mencapai 60 persen. Artinya dari 10 pasien meningokokus, 6 orang diantaranya meninggal.

Khusus penyakit meningitis, masih bisa disembuhkan. Hanya saja pasien yang sembuh seperti sedia kala sangat minim.

Saat sembuh, biasanya pasien akan mengalami gangguan saraf pada bagian pendengaran. Hanya 10 persen kasus saja yang berhasil normal.

Baca Juga: Belasan Orang Warga Bali Tumbang Usai Santap Lawar Getih. Diduga Kena Penyakit Meningitis

Berkaca dari kasus meningitis yang terjadi di Kabupaten Karangasem, warga terserang meningitis setelah mengonsumsi lwar getih matah.

Lawar getih, sebuah hidangan tradisional Bali yang terbuat dari campuran daging babi cincang, parutan kelapa, sayuran, dan darah segar (getih) babi. 

Meskipun lawar getih memiliki rasa yang khas dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner Bali, konsumsi darah mentah alias getih matah dapat meningkatkan risiko tertular penyakit infeksi, termasuk meningitis.

Baca Juga: Lapor Pak! RSUD Buleleng Resmikan Unit Pelayanan Otak dan Jantung

Getih matah dapat menjadi media bagi bakteri dan virus berbahaya. Salah satu bakteri yang sering ditemukan dalam darah mentah adalah Streptococcus suis, yang dapat menyebabkan meningitis pada manusia. 

Infeksi ini bisa terjadi melalui luka kecil di bagian tubuh. Infeksi bakteri juga bisa terjaid melalui sistem pencernaan.

Masyarakat pun harus lebih waspada terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi getih matah

Sangat penting untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi telah melalui proses pemasakan yang baik dan benar.

Untuk mencegah meningitis dan penyakit infeksi lainnya, sangat disarankan untuk menghindari konsumsi lawar getih matah atau hidangan lain yang menggunakan darah mentah. 

Memasak darah hingga matang dapat membunuh bakteri dan virus yang mungkin ada.

Pastikan semua bahan makanan, terutama daging dan darah, berasal dari sumber yang terpercaya dan telah melewati proses pengecekan kesehatan.

Selain itu selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan. Bersihkan juga semua alat masak dengan baik untuk mencegah kontaminasi silang.

Salah satu cara efektif untuk mencegah meningitis adalah dengan vaksinasi. Vaksin meningitis tersedia dan dianjurkan terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi.

Masyarakat juga perlu mendapat edukasi mengenai bahaya konsumsi darah mentah dan pentingnya menjaga kebersihan dalam mengolah makanan.

Dengan meningkatkan kesadaran akan resiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi darah mentah dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, dapat mengurangi angka kejadian meningitis dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. (*)

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #meningitis #Lawar Getih #penyakit