BULELENG, RadarBuleleng.id - Stunting kerap dipersepsikan sekadar akibat kurang makan.
Namun di Buleleng, akar persoalan ini jauh lebih kompleks.
Dari pola asuh, kesehatan ibu, hingga kondisi lingkungan, semua berkelindan membentuk lingkaran masalah yang menghambat tumbuh kembang anak.
Gizi Ibu dan Pola Asuh
Penelitian kesehatan menyebut gizi ibu selama hamil sangat menentukan.
Ibu yang kekurangan protein, zat besi, atau vitamin berisiko melahirkan bayi dengan berat rendah. Kondisi ini bisa berlanjut pada hambatan pertumbuhan.
Selain itu, pola pemberian ASI, keterlambatan MP-ASI, hingga kurangnya variasi makanan turut berperan.
Pengetahuan orang tua menjadi kunci, sebab banyak kasus stunting terjadi meski pangan tersedia di rumah.
Kesehatan Anak dan Infeksi
Faktor lain datang dari kondisi anak. Bayi lahir prematur, berat badan rendah, atau tidak mendapat imunisasi lengkap lebih rentan mengalami stunting.
Infeksi berulang, seperti diare atau ISPA, juga menghambat penyerapan gizi.
Di Buleleng, kasus penyakit berulang cukup tinggi, terutama di wilayah dengan sanitasi dan akses air bersih yang terbatas.
Lingkungan dan Ekonomi
Sanitasi yang buruk, kebiasaan buang air sembarangan, hingga minimnya fasilitas air layak minum menjadi penyebab lain yang sering luput dari perhatian.
Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, membuat akses ke makanan bergizi dan layanan kesehatan tidak merata.
Upaya Kolaborasi
Pemerintah Kabupaten Buleleng menekankan bahwa penurunan angka stunting harus melibatkan lintas dinas.
Dinas kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga perikanan diminta bekerja bersama. Intervensi tidak cukup hanya memberi bantuan makanan, tetapi juga memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses air bersih, dan menguatkan ekonomi keluarga.
Lebih dari Sekadar Angka
Menyelesaikan persoalan stunting di Buleleng berarti memahami cerita di balik angka.
Dengan pendekatan menyeluruh, dari gizi ibu hingga perbaikan lingkungan, harapannya generasi kecil Buleleng bisa tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya