Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Prevalensi Stunting Tertinggi di Bali, Buleleng Gencarkan Sinkronisasi Data. Posyandu Wajib Pemeriksaan Serentak

Francelino Junior • Kamis, 13 November 2025 | 20:49 WIB

 

CEK BALITA: Kegiatan pada salah satu Posyandu di Kabupaten Buleleng.
CEK BALITA: Kegiatan pada salah satu Posyandu di Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tingginya angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng, Bali, benar-benar menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Pemkab Buleleng telah melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus, namun hingga kini Buleleng masih bertengger sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Bali.

Alhasil kini pemerintah menggencarkan pendataan angka stunting. Sehingga angka yang didapat benar-benar riil.

Salah satu langkah yang diwujudkan adalah melalui pemeriksaan serentak balita di seluruh posyandu yang digelar selama dua minggu terakhir.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh tenaga kesehatan dan kader posyandu di sembilan kecamatan. 

Melalui pemerintah ingin mendapatkan data stunting yang lebih valid, akurat, dan terintegrasi sebagai dasar kebijakan penanganan yang tepat sasaran.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan, selama ini kerap ada perbedaan data antara data daerah dan data dari pemerintah pusat.

“Kami melaksanakan pemeriksaan selama dua minggu untuk mendapatkan data yang benar-benar valid terkait jumlah dan persentase stunting di Kabupaten Buleleng. Ini penting karena ada perbedaan antara data di lapangan dengan data dari pusat,” jelasnya.

Perbedaan tersebut, kata Supriatna, terlihat antara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan dan data Monitoring Berbasis Balita Gizi dan Fisik (MBBGF) yang dikumpulkan Pemkab Buleleng melalui posyandu. 

Pemeriksaan serentak diharapkan dapat menyatukan data agar penanganan stunting di daerah lebih terukur dan efektif.

“Ada sedikit perbedaan antara data pusat dan data lapangan. Karena itu, kegiatan ini penting agar kita memiliki satu data yang valid untuk dijadikan dasar kebijakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah pedesaan, hingga ke tingkat dusun.

“Semua posyandu bergerak serentak. Upaya menurunkan angka stunting adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Gede Supriatna #kesehatan #balita #kebijakan #pemkab buleleng #data #Wakil Bupati Buleleng #stunting #gizi #posyandu #Prevalensi