Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pura Banua di Desa Bulian, Buleleng, Terbakar. Desa Upayakan Perbaikan Bersama Universitas Udayana

Eka Prasetya • Sabtu, 28 September 2024 | 21:46 WIB

 

HANGUS: Peristiwa kebakaran yang terjadi di Pura Banua Desa Adat Bulian pada Jumat (27/9/2024).
HANGUS: Peristiwa kebakaran yang terjadi di Pura Banua Desa Adat Bulian pada Jumat (27/9/2024).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bangunan pelinggih di Pura Banua, Desa Adat Bulian, Buleleng dilahap api. Kebakaran itu terjadi pada Jumat (27/9/2024) sekitar pukul 12.45 siang.

Dalam awig-awig Desa Adat Bulian, pura itu tercatat sebagai pura desa. Belakangan pura disebut dengan nama Pura Banua, karena bukan hanya masyarakat Bulian saja yang bersembahyang di sana.

Insiden kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Perbekel Bulian, Made Sudirsa yang tengah melakukan aktivitas di sekitar pura.

Asap mengepul dari jeroan pura. Saat dicek, ternyata sejumlah pelinggih sudah dilahap api.

Adapun pelinggih yang terbakar yakni Pelinggih Ratu Pasek, Pelinggih Ratu Gede Penyarikan, dan Pelinggih Ratu Sesuhunan Meduwe Sari.

Bendesa Adat Bulian, Jro Ketut Pasek menuturkan, saat peristiwa kebakaran terjadi pura sebenarnya dalam kondisi sepi.

“Kebetulan Pak Perbekel ada kegiatan di dekat pura. Lihat pelinggih terbakar, langsung tyang dihubungi,” kata Pasek saat dihubungi pada Sabtu (28/9/2024).

Menurut Pasek, pelinggih Ratu Sesuhunan Meduwe Sari yang berupa pelinggih meru tumpang lima, terbakar habis.

Sedangkan Pelinggih Ratu Pasek dan Pelinggih Ratu Gede Penyarikan, terbakar pada bagian meru tunggal.

“Bagian atasnya ijuk. Jadi cepat sekali terbakar kalau ada api,” ungkapnya.

Soal penyebab kebakaran, Pasek mengaku tidak tahu pasti. Namun dia menduga dipicu faktor alam.

Dugaan itu mencuat karena tidak ada aktivitas di sekitar pura. Selain itu tidak ada pihak yang melakukan persembahyangan maupun membakar sampah.

“Mungkin faktor alam. Karena cuaca terlalu panas, akhirnya sampai terbakar,” kata Pasek.

Terpisah, Perbekel Bulian, Made Sudirsa mengatakan, pura tersebut merupakan pura tua. Diduga usianya sudah ribuan tahun.

Terakhir pura tersebut direnovasi pada tahun 1979 silam, karena kayu-kayu yang digunakan sebagai pelinggih sudah lapuk. Sehingga perlu dilakukan renovasi.

Lebih lanjut Sudirsa mengatakan, untuk perbaikan pihaknya akan melakukan paruman bersama dengan desa adat.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan konsultasi dengan akademisi dari Universitas Udayana, terkait proses perbaikan.

“Kebetulan Unud mau datang melakukan penelitian. Jadi nanti kami akan minta saran. Terkait perbaikan, kami akan data dulu berapa kerugian dan biaya untuk perbaikan. Harapan kami, pemerintah bisa membantu,” demikian Sudirsa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pura desa #kebakaran #kubutambahan #pelinggih #Bulian #buleleng #pura