Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Niat Perbaiki Atap Rumah, Lansia di Buleleng Bali Tewas Tersetrum Listrik

Francelino Junior • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:48 WIB

  

Ilustrasi orang tersetrum listrik
Ilustrasi orang tersetrum listrik

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id – Seorang warga Banjar Dinas Lodguwuh, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, ditemukan tewas tersetrum listrik saat memperbaiki atap rumah, Rabu (9/7/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Gede Wirba, 68. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 07.25 WITA, saat korban sedang melakukan perbaikan atap rumahnya menggunakan mesin gerinda.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Yohana menjelaskan, korban diduga tersetrum saat sedang memotong atap spandek menggunakan gerinda.

“Korban ditemukan oleh kakaknya, I Ketut Wirdana, setelah suara gerinda tiba-tiba berhenti. Saat dicek, korban sudah dalam posisi terlentang dengan mesin gerinda masih berada di atas tubuhnya,” terang Iptu Yohana.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung memanggil anak korban, Nyoman Suartama. Keduanya lalu menghubungi perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat. 

Korban kemudian dipindahkan ke rumahnya yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian sambil menunggu tim medis dari Puskesmas Kubutambahan I.

Menurut hasil pemeriksaan medis yang dipimpin dr. Gede Ariana, korban dinyatakan meninggal dunia akibat murni tersetrum aliran listrik. 

Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan dari Bidan Desa Bulian, Margaretha Rene Bhoki, yang menemukan luka bakar di bagian pinggang, lutut, dan pergelangan kaki kanan, serta adanya darah yang keluar dari hidung. 

“Dari keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan medis, korban murni meninggal akibat tersetrum listrik. Tidak ada tanda-tanda kekerasan Keluarga juga sudah menerima musibah ini dan menolak dilakukan otopsi,” imbuh Yohana.

Keluarga korban disebut telah membuat surat pernyataan resmi yang berisi penolakan otopsi serta tidak akan melakukan tuntutan hukum terkait kejadian ini. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #Mesin #atap #kubutambahan #puskesmas #bidan #desa #Bulian #medis #Polres Buleleng #listrik #gerinda #buleleng