RadarBuleleng.id - Para ibu di Banjar Cengkilung, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar, punya cara produktif untuk membantu perekonomian keluarga.
Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki itu membuat telur asin disela kesibukan mengurus keluarga.
Telur asin buatan para ibu tersebut laku keras. Bahkan membuat pelanggannya menjadi ketagihan.
Baca Juga: Mantap! Pulau Bali Jadi Tempat Memperkenalkan dan Promosikan Ragam Kuliner Nusantara
Telur asin itu diberi nama Telur Asin Herbal Sumber Rejeki. Ada yang dibuat dari telur ayam, ada juga yang dibuat dari telur bebek.
Uniknya lagi, telur asin yang diproduksi KWT ini berwarna dominan ungu. Sementara telur asin pada umumnya berwarna hijau atau berwarna cokelat karamel.
Ketua KWT Sumber Rejeki, Ni Wayan Murni mengungkapkan, ide membuat telur asin itu muncul setelah para ibu melihat peternakan bebek di sekitar tempat tinggal mereka.
Para peternak umumnya menyalurkan telur bebek mentah. Baik untuk keperluan upakara maupun konsumsi.
Melimpahnya telur bebek membuat para ibu terinspirasi membuat telur asin. Selain harganya lebih mahal, keuntungan dari penjualan juga bisa menjadi tambahan pendapatan keluarga.
"Di sekitar tempat produksi kami memang terdapat banyak peternak bebek. Sehingga bisa memberdayakan mereka juga. Karena ambil telur dari mereka," ujarnya.
Untuk membuat telur asin itu, mereka mengolah telur dengan menggunakan sejumlah rempah. Seperti bunga lawang, kayu manis, ketumbar, bahkan mereka juga menggunakan daun jati.
Dalam hal pewarnaan, mereka juga menggunakan bunga rosella. Hal itu menjadikan telur berwarna ungu.
"Dengan menambahkan rempah-rempah, kami bisa menurunkan kadar kolesterol pada telur," imbuhnya.
Hingga kini ada 25 orang ibu yang terlibat dalam pembuatan telur asin itu. Pembuatan dilakukan secara berkala, mengingat minat masyarakat terhadap produksi telur tersebut cukup tinggi.
Dengan kualitas premium, telur tersebut dijual dengan harga Rp 30 ribu per keranjang. Dalam satu keranjang terdapat 5 butir telur yang bisa langsung dikonsumsi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya