Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cicipi Hidangan “Yu Sheng”. Kuliner yang Hanya Tersedia saat Imlek

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 2 Februari 2025 | 23:53 WIB

 

HIDANGAN ISTIMEWA: Hidangan yu sheng. Kuliner ini hanya tersedia saat rangkaian Tahun Baru Imlek.
HIDANGAN ISTIMEWA: Hidangan yu sheng. Kuliner ini hanya tersedia saat rangkaian Tahun Baru Imlek.

RadarBuleleng.id - Tahun Baru Imlek diwarnai dengan berbagai hal yang unik. Mulai dari tradisi hingga hidangan kuliner.

Salah satu menu kuliner yang unik ada yu sheng. Menu ini hanya hadir saat rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Salah satu restoran yang menghadirkan hidangan tersebut adalah Naga Eight Restaurant yang terletak di Jalan Danau Tamblingan, Denpasar.

Hidang yu sheng juga dikenal dengan sebutan 'prosperity toss'. Hidang itu berupa salad dengan daging ikan segar, yang berisi berbagai macam sayuran dan condiment.

Head Chef Naga Eight Restaurant, Adrianus Indarto menuturkan, di kalangan etnis Tionghoa yu sheng punya makna tersendiri.

Yu secara harfiah berarti ikan. Sedangkan sheng berarti diangkat ke atas. Saat hendak mengonsumsi hidangan itu, biasanya seluruh bahan diaduk.

“Setelah diaduk kemudian ditos ke atas bersama-sama. Biasanya dinikmati bersama keluarga atau orang tercinta selama Chinese New Year," ujarnya.

Baca Juga: Imlek, Kue Teratai dan Kue Penyu Diburu. Jadi Sarana Persembahan Umat

Menurutnya yu sheng merupakan simbol kemakmuran. Hidangan itu juga bisa bermakna sebagai kebijaksanaan, keberuntungan, hingga kesehatan.

“Harapannya semoga di tahun yang baru itu, yang bagus-bagus datang ke diri kita bersama keluarga," sambungnya.

Menurutnya berbagai bahan yang digunakan dalam hidangan kuliner itu punya makna tersendiri.

Ikan segar atau nian nian you yu melambangkan kelimpahan dan rezeki sepanjang tahun.

Selanjutnya ada wortel parut atau hong yun dang tou yang bermakna membawa keberuntungan yang berlimpah. 

Dalam hidangan juga terdapat lobak hijau atau qing chun chang zu sebagai simbol kesehatan dan awet muda; serta lobak putih (Bu Bu Gao Sheng) yang melambangkan kemakmuran yang terus meningkat.

Kemudian ada minyak wijen (Cai Yuan Guang Jin) diyakini dapat menarik kekayaan dan rezeki; kerupuk goreng (Bian Di Huang Jin) yang melambangkan emas dan kesejahteraan.

Ada pula kacang tanah cincang (Jin Yin Man Wu) menghadirkan rumah tangga yang harmonis dan makmur; serta biji wijen (Sheng Yi Xing Long) melambangkan bisnis yang berkembang pesat.

Adapun ikan yang digunakan untuk penyajiannya merupakan jenis salmon tasmania yang lebih premium dan teksturnya lebih bagus dibandingkan salmon lainnya.

"Seluruh bahan dituangkan satu persatu sambil mengucapkan kata yang sudah ada itu di petunjuknya, lalu terakhir dituangkan sausnya. Nanti bareng-bareng ditos ke atas pakai sumpit," jelasnya.

Menurut kepercayaan, semakin tinggi Yu Sheng ditos, maka keberuntungan akan semakin tinggi juga. Campuran bahan Yu Sheng akan menghadirkan cita rasa asam manis yang juga menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Marketing Communication Naga Eight Restaurant, Nanda Putra menuturkan, menu tersebut banyak dicari oleh etnis Tionghoa. Terutama yang berasal dari Surabaya, Malaysia, dan Singapura. 

“Kalau dia paham dengan tradisinya dan dia mengerti dengan budayanya, biasanya Yu Sheng ini termasuk yang dicari," tuturnya.

Bahkan wisatawan asing dari Korea maupun western yang sebelumnya masih awam dengan hidangan ini, ikut mencicipinya selama periode Imlek.

Untuk seporsi yu sheng dijual seharga Rp 394 ribu. Menu Itu bisa dinikmati oleh lima orang. 

Sementara untuk porsi yang lebih besar, dijual seharga Rp 594 ribu yang bisa dinikmati hingga 12 orang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Yu Sheng #salmon #imlek #kuliner #ikan