RadarBuleleng.id - Umat Hindu cukup banyak yang bermukim di wilayah Malang Raya. Wilayah itu meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Wilayah tersebut juga menjadi salah satu kantong umat Hindu yang ada di wilayah Jawa Timur.
Tidak heran bila tempat ibadah yang ada di wilayah Kota Batu menjadi rujukan umat Hindu.
Salah satunya adalah Pura Luhur Giri Arjuno. Pura ini merupakan pura yang terletak di lokasi tertinggi seantero Jawa Timur.
Pura Luhur Giri Arjuno terletak Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Pura ini terletak pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Meski tidak setinggi Pura Besakih yang mencapai 3.142 Mdpl, tapi Pura Giri Arjuno merupakan pura tertinggi di wilayah Jawa Timur.
Fakta tersebut membuat Pura Giri Arjuno ramai dikunjungi umat Hindu dari beragam wilayah Indonesia sebagai tujuan wisata religi.
Pemangku Pura Luhur Giri Arjuno, Romo Mangku Gede Arif mengatakan, Pura Luhur Giri Arjuno banyak dikunjungi oleh umat Hindu untuk bersembahyang.
Bukan hanya umat Hindu di wilayah Jawa Timur. Banyak pula umat Hindu yang berasal dari Bali, Lombok, hingga Lampung yang datang ke pura tersebut.
“Bisa dibilang kahyangan jagatnya ada di sini. Jadi tempat ini kerap dikunjungi oleh umat yang mendekatkan diri pada Tuhan dari berbagai daerah,” jelas Gede Arif sebagaimana dilansir Radar Batu.
Menurut Arif dalam sekali kunjungan ada 400 hingga 500 orang yang berdatangan. Mereka biasanya akan datang pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Arif biasanya akan siaga di pura pada akhir pekan. Dirinya akan berada di pura jam 8 pagi hingga 6 sore.
Tak heran bila dalam sebulan ada ribuan pengunjung yang datang ke sana.
“Kalau hari biasa kami tutup. Kecuali ada umat yang menghubungi, kami datang,” imbuhnya.
Tak jarang umat meminta kunjungan malam. Jika seperti itu, maka akan didampingi dari pihak pengelola pura.
Maklum saja dalam agama Hindu dikenal ritual makemit atau beribadah hingga tengah malam. Biasanya makemit dilakukan oleh umat dari Bali.
“Tapi sebagian besar meminta makemit di sini tidak tahan dengan hawa dingin di Kota Batu,” ucapnya.
Tak hanya itu, Pura Luhur Giri Arjuno juga membuka wisata edukasi bagi masyarakat dari agama lain. Kunjungan biasanya berasal dari sekolah-sekolah.
Namun ada aturan-aturan tertentu yang diterapkan. Untuk wanita datang bulan, setelah keguguran, dan orang yang sanak saudaranya meninggal dilarang untuk masuk ke tempat peribadatan.
”Hal ini karena mereka masih dalam kondisi kotor atau bersedih. Untuk sekolah yang biasanya berkunjung berasal Bali. Sementara itu, untuk yang terdekat dari sekolah-sekolah dari Batu dari PAUD hingga SMA. Kami melakukan wisata edukasi untuk mengajarkan toleransi dan solidaritas,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya