Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lagi, Rombongan Study Tour Alami Kecelakaan Maut. Kernet Bus dan Guru Pendamping Jadi Korban

Jawapos Source control • Kamis, 23 Mei 2024 | 23:19 WIB

 

TIBA-TIBA OLENG: Kondisi bus rombongan SMP PGRI 1 Wonosari, Kabupaten Malang, yang mengalami kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto Selasa (21/5) malam.
TIBA-TIBA OLENG: Kondisi bus rombongan SMP PGRI 1 Wonosari, Kabupaten Malang, yang mengalami kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto Selasa (21/5) malam.

RadarBuleleng.id - Kecelakaan maut yang melibatkan rombongan pelajar yang hendak study tour kembali terjadi. Kali ini kecelakaan itu terjadi di dua lokasi berbeda.

Masing-masing terjadi di wilayah Jawa Timur, dan juga terjadi di wilayah lampung.

Insiden pertama terjadi di tol Jombang–Mojokerto pada pukul 23.45, kemarin (21/5/2024).

Kecelakaan tersebut menimpa bus yang mengangkut rombongan pelajar dari SMP PGRI 1 Wonosari, Malang. 

Akibat, peristiwa tersebut, seorang guru pendamping dan kernet bus meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan 14 orang siswa lainnya mengalami luka-luka.

Kanit 3 PJR Polda Jatim, AKP Yudhianto menjelaskan, kecelakaan itu terjadi di wilayah Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Kecelakaan tersebut bermula saat bus pariwisata dengan nomor polisi W 7422 UP yang dikemudikan Yanto, 32, warga Blitar, melajur dari arah timur. 

’’Posisi bus dari arah Yogyakarta menuju Malang,” terangnya.

Sesampai di Km 694.600 A, bus tiba-tiba oleng tak terkendali. Hanya dalam hitungan detik, bus menabrak truk dengan nomor polisi N 9674 UH yang ada di depannya. 

’’Diduga, sopir bus mengantuk hingga busnya oleng dan menabrak bagian belakang truk,” imbuhnya. 

Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan bus hancur dan menancap di bak truk.

Dari hasil analisis tim traffic accident analysis (TAA) pada Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, bus melaju dengan kecepatan tinggi. 

"Sopir bus sempat tertidur sesaat sebelum kecelakaan," terang Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Komarudin. 

Hal itu terlihat dari jejak rem sepanjang 69 meter sebelum tumbukan kedua kendaraan. 

Ada juga bekas pengereman sepanjang 188,2 meter sampai akhir kendaraan berhenti.

"Hal itu terlihat dalam bukti rekaman CCTV,” terangnya lagi.

Kecelakaan kedua terjadi di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera. Tepatnya di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 01.30 dini hari, Rabu (23/5/2024).

Bus tersebut membawa rombongan peserta study tour dari MIN 1 Pesisir Barat. Bus yang hendak menuju Bandar Lampung itu mengalami kecelakaan tunggal.

Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. Namun ada 5 orang penumpang yang mengalami luka berat, 8 orang luka sedang, dan 29 lainnya luka ringan.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijawarno mengungkapkan, penataan ulang bus pariwisata memang terasa lambat. 

Seharusnya semua pihak bekerja sama agar PO bus diawasi. ”Apalagi, sekarang ini momen liburan,” terangnya.

Dia juga menyoroti penegakan hukum pada kasus kecelakaan bus Putera Fajar. 

Hingga kini, hanya sopir bus yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi belum menyentuh pengusaha PO bus. 

”Seharusnya Polda Jabar belajar dari Polres Batang dan Polres Jambi yang bisa memerkarakan penyedia jasa angkutan,” tegasnya. (idr/riz/bin/yan/c7/oni)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bus #guru #study tour #kecelakaan #kernet