SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Prestasi membanggakan diraih oleh Komang Anik Sugiani, wanita asal Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Anik Sugiani berhasil meraih trophy kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyerahkan trophy tersebut dalam seremoni Penganugerahan Kalpataru di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Trophy tersebut sekaligus menjadi trophy kalpataru kedua yang diraih oleh masyarakat Buleleng.
Sebelumnya, warga Buleleng lainnya, Neneng Anengsih juga meraih kalpataru pada tahun 2016 silam.
Baca Juga: Sikapi Perubahan Iklim, SMPN 7 Singaraja Bentuk Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup
Menteri LHK mengungkapkan, penghargaan Kalpataru merupakan salah satu fokus dalam rangkaian dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, yang diperingati setiap 5 Juni.
Pemerintah memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berjasa dalam sektor kehutanan dan lingkungan hidup.
Menurut Siti, penghargaan Kalpataru melahirkan motivasi dan mendorong kepeloporan penerima dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup dan kehutanan.
Selain itu, Kalpataru diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Baca Juga: Inspiratif! Lestarikan Lingkungan, Komunitas Kayoman Pedawa Buat Program Adopsi Sumber Air
Penghargaan itu juga berdampak dapat mengangkat hasil karya masyarakat yang terbukti efektif dalam upaya pelestarian lingkungan serta mendukung sosialisasi ke masyarakat.
“Meningkatkan kesadaran dan membuka peluang bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas, serta mendorong prakarsa masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada individu dan kelompok masyarakat dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan secara berkelanjutan,” kata Siti sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, Anik Sugiani diusulkan menerima trophy kalpataru kategori perintis atas kiprahnya menjaga lingkungan.
Menurut Melandrat selama ini Ani Sugiani berkiprah nyata dengan melakukan aksi penanganan sampah anorganik melalui edukasi.
Anik mengawali proses pengelolaan sampah dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
Aksinya kemudian mengimbas ke pihak lain. Seperti sekolah-sekolah di tingkat Sd, SMP, maupun SMA.
“Selain mengelola sampah anorganik, dia juga melakukan aksi penggunaan eco enzyme. Sampai melakukan uji manfaat eco enzyme untuk pertanian,” kata Melandrat.
Untuk meraih penghargaan itu, perlu proses panjang. Mulai dari usulan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Selanjutnya Kementerian LHK langsung melakukan visitasi terhadap aksi nyata yang dilakukan oleh calon penerima kalpataru.
“Kami cukup berbangga karena beliau berhak menerima trophy kalpataru atas kiprahnya menjamin kondisi lingkungan hidup di Buleleng. Kami harap upaya itu akan mendorong masyarakat lainnya dalam upaya melestarikan serta menjaga lingkungan hidup agar eksistensinya tetap lestari,” demikian Melandrat.
Adapun penerima kalpataru tahun 2024 adalah Adolof Olo Wonemse dari Papua Barat karena upaya konservasi kerang kima, Infirmus Abis dari NTT untuk upaya pemenuhan air bersih, Sururi dari Jawa Tengah untuk konservasi ekosistem pesisir serta Komang Anik Sugiani dari Bali untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.
Mereka berempat meraih penghargaan kalpataru dalam kategori perintis lingkungan.
Sementara dalam kategori pengabdi lingkungan, penghargaan diraih Idi Bantara yang juga Kepala BPDAS Way Seputih Way Sekampung KLHK. Idi berperan dalam penanganan konflik lahan di Gunung Balak Reg. 38 dengan kemitraan bersama masyarakat.
Pada kategori penyelamat lingkungan, penghargaan diraih oleh Masyarakat hukum Adat Punan Batu Benau Sajau Provinsi Kalimantan Utara, Kelompok Sadar Wisata Bekayuh Baumbai Bebudaya Provinsi Kalimantan Timur, dan Kelompok Tani Hutan Wanapaksi Provinsi Yogyakarta.
Sedangkan kategori pembina lingkungan diberikan kepada Dindin Komarudin dari Jakarta atas perannya dalam pengembangan bank sampah serta pembinaan anak jalanan, serta Rukmini Paata Toheke dari Sulawesi Tengah atas perannya dalam pembinaan perempuan dan konservasi berbasis adat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya