Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cerita dari Sumatera Selatan: Lepas Penat, Pasar Malam jadi Alternatif

Admin • Sabtu, 7 Desember 2024 | 01:18 WIB

 

PASAR MALAM: Suasana pasar malam di Desa Nusa Agung, Sumatera Selatan. Pasar malam ini menjadi lokasi warga melepas penat, termasuk umat hindu yang mukim di sekitar desa tersebut.
PASAR MALAM: Suasana pasar malam di Desa Nusa Agung, Sumatera Selatan. Pasar malam ini menjadi lokasi warga melepas penat, termasuk umat hindu yang mukim di sekitar desa tersebut.

RadarBuleleng.id - Pasarmalam dadakan tiba di Desa Nusa Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Pasar malam itu menjadi arena bagi warga untuk melepas penat sekaligus bercengkrama.

Pasar malam sudah mampir di Desa Nusa Agung selama beberapa pekan belakangan. Setiap hari, arena hiburan itu selalu ramai pengunjung. Lebih lagi pada malam minggu.

Berbagai wahana disediakan. Seperti arena mewarnai untuk anak-anak, komedi putar, mobil-mobilan, kora-kora, mobil putar, arena mancing untuk anak-anak, bianglala, serta berbagai hiburan lain.

Selain arena bermain, di lokasi tersebut juga terdapat berbagai lapak kuliner. Baik itu makanan maupun minuman.

Warga pun berbondong-bondong mendatangi arena tersebut. Baik itu dari kawasan pedesaan maupun kawasan perkotaan.

Salah seorang pengunjung, Jero Made Setya mengatakan, dirinya sengaja datang ke pasar malam karena dekat dari tempat tinggalnya. Kebetulan, dia juga berasal dari Desa Nusa Agung, desa yang cukup banyak dihuni umat Hindu.

Menurutnya, pasar malam menjadi sarana hiburan alternatif bagi dia dan keluarganya. Sebab untuk mendapat hiburan, warga biasanya harus menuju ibukota kabupaten. Yakni di Martapura, OKU Timur. Jarak tempuhnya bisa mencapai 2 jam perjalanan.

“Mumpung dekat, sekalian jalan-jalan dengan keluarga. Karena jarang sekali ada hiburan,” ujarnya.

Warga lainnya, Gusti Kadek Juwita bahkan datang dari Desa Cahaya Mas, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kebetulan Desa Cahaya Mas dan Desa Nusa Agung berdekatan. Hanya 15 menit perjalanan.

“Ya sekalian ajak keluarga jalan-jalan. Supaya ada hiburan. Mumpung dekat juga,” kata Juwita.

Pengelola pasar malam berencana mengadakan pasar malam selama sebulan penuh. Sebelum akhirnya berpindah ke tempat lain. (kontributor: I Gusti Agung Dewi Susanti)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #wahana #sumatera selatan #pasar malam