SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan mendorong agar masyarakat merencanakan kelahiran anak dengan matang.
Dengan perencanaan yang matang, maka ekonomi keluarga akan lebih baik. Pada ujungnya, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik itu kekerasan perempuan maupun kekerasan pada anak.
Hal tersebut diungkapkan Veronica Tan saat melakukan kunjungan ke Desa Nagasepaha, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (1/5/2025).
Veronica menyebut kasus kekerasan perempuan dan anak di Indonesia sudah masuk darurat nasional. Kasus kekerasan terjadi hingga ke seluruh pelosok di Indonesia.
Salah satu faktor penyebab kekerasan adalah kondisi ekonomi keluarga. Perencanaan yang kurang matang menyebabkan kondisi keluarga morat-marit.
Menurutnya, pasangan suami istri harus merencanakan keluarga mereka. Sehingga anak-anak mereka kelak mendapat pendidikan yang layak dan berprestasi.
“Jangan nanti usia 15 tahun sudah menikah,” kata Veronica.
Veronica menyebut, program keluarga berencana atau KB, saat ini bukan terkait soal jumlah. Tapi soal memberikan kualitas terbaik bagi keluarga.
Ia menyebut, dalam keluarga miskin sangat tidak ideal keluarga memiliki anak antara 4 orang hingga 5 orang. Kondisi itu akan mendorong kasus pernikahan dini.
“Umur 15 tahun sudah mulai mengenal cinta. Akhirnya mereka pacaran. Kondisi ekonomi kurang, akhirnya diizinkan saja. Jadinya pernikahan dini, terdorong ke sana,” katanya.
Lebih lanjut diungkapkan, keluarga yang memiliki ekonomi mapan bisa saja memiliki anak dalam jumlah banyak.
“Asal mampu memberikan gizi baik, pendidikan baik. Kalau mampu 10 anak juga nggak masalah,” ungkap Veronica.
Namun bila keluarga tersebut tidak mampu, hanya memiliki seorang anak saja juga tidak masalah.
“Kalau hanya mampu satu anak juga tidak masalah. Yang penting berkualitas,” demikian Veronica. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya