Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gagal Berangkat Haji, 10 WNI Diamankan di Bandara Ngurah Rai

Andre Sulla • Selasa, 3 Juni 2025 | 13:35 WIB

 

KORBAN PENIPUAN: Sejumlah warga Makassar di Bandara Ngurah Rai. Mereka diduga jadi korban penipuan iming-iming naik haji.
KORBAN PENIPUAN: Sejumlah warga Makassar di Bandara Ngurah Rai. Mereka diduga jadi korban penipuan iming-iming naik haji.

RadarBuleleng.id – Sebanyak sepuluh orang warga negara Indonesia (WNI) gagal berangkat ke Arab Saudi lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. 

Mereka kedapatan menyimpang dari rute perjalanan dan tidak memiliki dokumen resmi untuk menunaikan ibadah haji.

Keenam pria dan empat wanita itu diamankan petugas Imigrasi pada Rabu, 28 Mei 2025, di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, Bali. 

Rombongan tersebut diketahui berasal dari Makassar. Mereka tiba pukul 08.40 WITA. Rencananya mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan penerbangan internasional.

Baca Juga: Rombongan Calon Jamaah Haji Resmi Berangkat ke Arab Saudi

Setibanya di bandara, mereka sempat beristirahat di area umum dengan gerak-gerik mencurigakan. 

Sekitar pukul 10.00 WITA, mereka melakukan check-in untuk penerbangan ID 7637 tujuan Bangkok. Namun petugas Imigrasi curiga sehingga melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa mereka berencana menuju Arab Saudi. Mereka tidak mengantongi visa haji maupun dokumen resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Ya, niat sebenarnya untuk menunaikan ibadah haji,” ungkap petugas Imigrasi di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga: Tradisi Ninjau Haji di Jembrana: Usai Lepas Calon Jamaah, Berwisata Hingga ke Buleleng

Salah satu dari mereka, Rizal, mengaku sebagai pemandu perjalanan. Pria itu mengklaim bahwa rombongan mendapat visa dari pemerintah Arab Saudi dan hendak berangkat lewat jalur haji furoda.

“Sepuluh orang ini diduga mengikuti program haji furoda, karena visanya belum diterbitkan untuk jemaah asal Indonesia,” lanjut sumber itu.

Diduga, mereka tergiur janji agen travel yang menawarkan keberangkatan cepat tanpa melalui proses resmi Kemenag. Namun, skema tersebut justru menjerat mereka dalam masalah hukum.

Humas Imigrasi Ngurah Rai, Husnan, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. 

Kini, seluruh WNI telah diserahkan ke Satreskrim Polres Kawasan Udara Bandara Ngurah Rai untuk diperiksa lebih lanjut.

“Imigrasi memperketat pengawasan dan meningkatkan deteksi terhadap penyalahgunaan visa serta rute keberangkatan ke luar negeri,” tegasnya.

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana juga membenarkan kasus ini.

“Benar, namun masih kami selidiki. Dugaan sementara mengarah pada penipuan dan penggelapan,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #imigrasi #haji #haji furoda #ibadah #bangkok #bandara #wni #terminal #arab saudi #visa