Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cerita Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya: Niat Kirim Material ke Buleleng, Terhempas Cuaca Buruk

Eka Prasetya • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:44 WIB

 

BERHASIL SELAMAT: Eko Toniansyah korban selamat dalam peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Sayang ayahnya tak berhasil diselamatkan. Mereka berencana pergi ke Buleleng.
BERHASIL SELAMAT: Eko Toniansyah korban selamat dalam peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Sayang ayahnya tak berhasil diselamatkan. Mereka berencana pergi ke Buleleng.

RadarBuleleng.id - Tim SAR gabungan terus bergerak melakukan evakuasi terhadap korban dalam peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.

Hingga Kamis (3/7/2025) siang, ada 30 orang yang dilaporkan selamat dan 4 orang dipastikan meninggal dunia. Diperkirakan ada 31 orang lain yang belum  ditemukan.

Adapun korban yang dinyatakan meninggal adalah Anang Suryono, Eko Satriyo, Elok Rumantini, dan Cahyani. Seluruhnya merupakan warga Banyuwangi.

Salah seorang penumpang yang berhasil selamat adalah Eko Toniansyah. Ia berlayar bersama sang ayah, Eko Satriyo. Keduanya adalah warga Alamat Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Saat Eko Toniansyah berhasil selamat, namun tak demikian dengan Eko Satriyo. Ia dinyatakan meninggal. Kini jenazah sang ayah disemayamkan di RSU Negara, Jembrana, Bali.

Toniansyah menuturkan, peristiwa tenggelamnya kapal tersebut sangat cepat. Kapal semula berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Tiba-tiba kapal dihantam ombak tinggi, sehingga miring. Dalam hitungan menit, kapal kembali dihantam ombak tinggi yang menyebabkan kapal langsung tenggelam.

“Saya waktu itu ada di dek atas kapal. Kapalnya miring, tiba-tiba langsung tenggelam. Ya panik waktu itu, rebutan ambil pelampung,” ungkap Toniansyah di RSU Negara.

Toni menuturkan, ia dan sang ayah sudah biasa pulang pergi Jawa-Bali. Malam itu, mereka berdua hendak menyeberang ke Bali untuk mengantar muatan semen.

Rencananya mereka mengantar muatan tersebut ke Singaraja, Kabupaten Buleleng. Tapi, kenyataan berkata lain. Mereka justru menjadi korban dalam tragedi itu.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSU Negara, dr. Gusti Ngurah Putu Adnyana mengatakan, hingga Kamis siang pihaknya telah menerima dua orang korban selamat yang memerlukan perawatan medis.

“Sudah kami rawat dua orang laki-laki. Kondisinya saat ini sangat baik dan sudah dibawa ke pos di Gilimanuk untuk pendataan,” katanya.

Sementara untuk korban meninggal, kini masih dititipkan di Ruang Jenazah RSU Negara. Para korban telah diidentifikasi dengan melibatkan pihak keluarga, tim medis, serta tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali.

RSU Negara kini menyiapkan posko bencana yang aktif selama 24 jam. Posko akan melibatkan unsur tim medis, BPBD, dan kepolisian.

“Tim sudah siap 24 jam. Baik itu untuk menerima korban yang memerlukan perawatan medis, maupun korban meninggal yang memerlukan proses identifikasi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan selat Bali.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Rabu malam (2/7/2025), pukul 22.56 WIB. Namun sekitar pukul 23.20 WIB, kru kapal melaporkan mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan. 

Kru kapal sempat meminta bantuan melalui radio. Namun tak lama kemudian kapal mengalami blackout, miring, lalu terbalik dan tenggelam.

Kapal tersebut mengangkut 65 orang. Terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru. Serta memuat 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton.

Diduga kapal dihantam ombak pasang sehingga mengalami kebocoran pada ruang mesin. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #banyuwangi #selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #pelabuhan #gilimanuk #ketapang #buleleng #sar