RadarBuleleng.id – Operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali, resmi dihentikan.
Proses pencarian telah berlangsung selama 20 hari. Dari 65 orang penumpang dan ABK, sebanyak 49 orang berhasil ditemukan.
Dari 49 korban itu, sebanyak 30 orang korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Selain itu ada 19 orang meninggal dunia. Dari 19 orang yang meninggal, sebanyak 4 orang korban belum dapat diidentifikasi.
Dari 19 orang korban yang meninggal dunia, salah seorang diantaranya merupakan sopir truk asal Kabupaten Buleleng, Bali.
Penghentian operasi SAR itu diumumkan Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
“Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda korban, maka operasi SAR resmi ditutup,” kata Sigit pada Senin (21/7/2025) malam.
Baca Juga: “Mani Mulih”, Mimpi Sang Istri sebelum Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan
Di sisi lain, operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan di Provinsi Bali juga resmi berakhir.
Dalam pencarian kemarin, tim SAR gabungan lebih banyak melakukan penyisiran di laut dengan fokus ke wilayah perairan Selat Bali bagian selatan.
”Pencarian tim gabungan menyusuri laut dan darat,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto, kemarin.
Bayu menjelaskan, operasi pencarian kemarin merupakan hari terakhir setelah beberapa kali perpanjangan.
Seperti diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya, tenggelam di Selatan Bali, tepatnya perairan Selat Bali, pada Kamis (3/7/2025) pukul 00.22 WITA.
Berdasarkan data dari manifest, kapal itu membawa 53 orang penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK).
Kapal juga mengangkut 22 unit kendaraan, terdiri dari 1 unit sepeda motor, mobil atau kendaraan kecil 4 unit, pikap 3 unit, truk sedang 3 unit, truk besar 3 unit, dan tronton 8 unit.
Kapal naas itu diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu (2/7/2025) pukul 23.05 WIB.
Saat kapal berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 00.15 WITA, nakhoda menghubungi Local Port Service (LPS) Pelabuhan Gilimanuk, malaporkan kapal bermasalah.
Kapal kemudian mengalami mati mesin atau blackout sekitar pukul 00.19 WITA. Saat kapal lain, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, berusaha mendekati untuk membantu KMP Tunu Pratama Jaya, ternyata pada pukul 00.22 WITA KMP Tunu Pratama Jaya telah dilaporkan terbalik dan hanyut ke arah selatan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya