Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waduh! Dana MBG Rp 1 Miliar di SPPG Pangauban Bandung Barat Raib Seketika, 3.500 Siswa Terdampak

Acep Tomi Rianto • Minggu, 9 November 2025 | 16:37 WIB

 

ilustrasi dapur MBG.
ilustrasi dapur MBG.

RadarBuleleng.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami kerugian besar.

Penyebabnya, dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 1 miliar di rekening mereka ludes. Diduga akibat aksi phising yang terjadi pada Senin (3/11/2025).

Insiden tersebut tidak hanya menguras habis modal SPPG, tetapi juga berdampak langsung pada terhentinya total layanan MBG bagi sekitar 3.500 penerima manfaat.

Pihak dapur juga merumahkan sementara 53 orang pekerja yang baru beroperasi selama 10 hari.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Bareskrim Polri atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Peristiwa hilangnya dana Rp 1 miliar ini bermula pada Jumat (31/10/2025). Kepala SPPG Pangauban, Mochamad Cakra Aji Saputra dilaporkan tengah berupaya melakukan transaksi keuangan melalui platform digital salah satu bank BUMN.

"Kepala SPPG dihubungi oleh pihak yang mengaku agen resmi bank. Pelaku itu memberi tautan palsu dan mengatakan bahwa akun akan dibekukan bila tidak segera diganti kata sandinya dan diperbarui," kata Pemilik SPPG Pangauban, Hendrik Irawan.

Karena panik, kepala dapur menuruti seluruh instruksi dari pelaku, termasuk membagikan data sensitif seperti kode OTP dan informasi rekening yang bersifat rahasia.

"Setelah semua data diberikan, nomor pihak yang mengaku pegawai bank itu mendadak tidak aktif. Saat dicek, dana yang semula sekitar Rp 1 miliar di rekening SPPG hanya tersisa sekitar Rp 12 juta," ucapnya.

Hendrik juga menyebut bahwa sebenarnya para pegawai sudah mengingatkan agar kepala dapur tidak menuruti instruksi melalui telepon tersebut, namun peringatan itu diabaikan.

Akibat hilangnya dana operasional, dapur SPPG Pangauban yang memproduksi sekitar 3.500 porsi menu MBG untuk delapan sekolah di Batujajar terpaksa berhenti beroperasi total.

"Benar kejadiannya seperti itu. Jadi kami tidak bisa beroperasi karena dana yang ada terkuras oleh penipu. Jelas ini kelalaian dari Kepala SPPG," tegas Hendrik Irawan.

Selain ribuan siswa yang terdampak, sebanyak 53 orang pekerja yang merupakan warga setempat terpaksa dirumahkan sementara.

"Pegawai yang biasanya semangat bekerja setiap hari kini tidak bisa kerja karena musibah ini. Kami memohon maaf, saya pribadi merasa sedih," ucapnya.

Pihak SPPG Pangauban segera melaporkan kasus ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Bareskrim Polri.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengonfirmasi pelaporan ke Mabes Polri dan mengambil tindakan tegas terhadap Kepala SPPG Pangauban.

"Direktur Manajemen Risiko BGN sudah membuat laporan ke Mabes Polri. Kami juga telah menonaktifkan Kepala SPPG Pangauban, untuk investigasi lebih lanjut," ucap Sony Sonjaya di Jakarta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #SPPG #bank #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #dapur MBG #rekening #bumn #bandung barat #sekolah #jawa barat