Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tawuran Kelompok Warga Pecah di Makssar. Ada yang Live TikTok, Malah Banjir Gift

Acep Tomi Rianto • Minggu, 9 November 2025 | 16:22 WIB

ilustrasi tawuran
ilustrasi tawuran

RadarBuleleng.id - Aksi tawuran antar kelompok warga kembali pecah di areal Pekuburan Beroangin, Jalan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (6/11/2025) sore.

Di tengah ketegangan dan bahaya lemparan batu serta anak panah, sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan siaran langsung (live) di TikTok dan meraup keuntungan berupa Gift (hadiah) dari penonton.

Peristiwa tawuran yang melibatkan kelompok warga dari Kampung Borta dan Sapiria ini menjadi tontonan yang viral di media sosial.

Tawuran di Kuburan Beroangin tersebut diketahui sudah berlangsung secara sporadis selama sepekan terakhir.

Puncaknya terjadi pada Kamis sore, di mana dua kelompok warga kembali saling serang di area pekuburan yang terletak di utara Kota Makassar.

Menurut pantauan dan laporan saksi mata, kedua kelompok saling serang menggunakan Batu dan benda tumpul, Petasan, bahkan bom molotov. Ada juga yang menggunakan busur dan anak panah.

"Iya, memang ada tawuran di Kuburan Beroangin. Kami sudah berupaya membubarkan," ungkap Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi.

Hal yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya sejumlah warga yang bukannya melerai atau melapor, malah mereka tawuran secara live di platform TikTok.

Beberapa akun TikTok, seperti aty, Om Rauf, dan hafiz bigbos, merekam secara real-time aksi saling serang tersebut. Tayangan live itu mendulang ribuan penonton dalam waktu singkat.

Tayangan live akun TikTok aty bahkan ditonton oleh lebih dari 5.500 akun secara bersamaan. Selain ramai ditonton, akun itu juga banjir Gift (hadiah) dari penonton.

Gift yang dikirim penonton beragam, mulai dari bunga mawar hingga kucing yang nilainya dapat dicairkan menjadi uang tunai.

Pengamat Sosial Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Muhlis, menyatakan keprihatinannya atas fenomena ini.

"Ini adalah bentuk degradasi moral dan empati yang mengkhawatirkan. Musibah dan konflik serius dijadikan komoditas untuk mencari keuntungan pribadi. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh content creation dan monetisasi media sosial hingga mengalahkan rasa kemanusiaan," ucapnya.

Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengendalikan tawuran yang kerap terjadi di lokasi tersebut, terutama ketika malam hari.

Kompol Syamsuardi menegaskan pihaknya akan meningkatkan patroli dan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat tawuran.

Terkait fenomena live TikTok, polisi akan berkoordinasi dengan tim siber untuk mengidentifikasi akun-akun yang menyiarkan kekerasan.

"Kami sedang fokus mengamankan situasi. Mengenai live TikTok, kami akan mendalami apakah ada unsur provokasi atau pidana di balik penyebaran konten kekerasan," katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#viral #sulawesi selatan #warga #gift #makassar #batu #anak panah #tiktok #penonton #tawuran #live #media sosial