Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terkait Regulasi Baru Pemain Asing di Liga Indonesia, Pelatih Bali United Sebut: Mahal!

I Wayan Widyantara • Selasa, 20 Mei 2025 | 22:20 WIB
Pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra besama keluarganya seusai laga Bali United Vs MU diStadion Dipta, Gianyar.
Pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra besama keluarganya seusai laga Bali United Vs MU diStadion Dipta, Gianyar.
 
Radarbuleleng.jawapos.com– Regulasi baru yang akan diberlakukan pada musim depan terkait kuota pemain asing di Liga Indonesia terus menuai berbagai pendapat dari para pemain.
 
PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana untuk menambah kuota pemain asing, yang memungkinkan setiap klub mengontrak hingga 11 pemain impor, dengan 8 di antaranya dapat dimainkan dalam satu pertandingan.
 
Kebijakan ini rencananya akan disesuaikan dengan regulasi AFC (Asiang Football Confederation) untuk memastikan klub-klub Indonesia dapat bersaing di level internasional.
 
Menanggapi rencana tersebut, pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, memberikan pandangannya mengenai keberadaan pemain asing dalam komposisi tim.
 
Ia menyatakan bahwa pemain asing cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemain lokal.
 
”Pemain asing biasanya lebih mahal daripada pemain lokal. Waktu pemain asing ada tapi tidak dimainkan, menurut saya tidak terlalu bagus. Waktu semua tim seperti liga sebelum-sebelumnya, semua pemain asing boleh main. Menurut saya itu lebih bagus,” ujarnya, merujuk pada regulasi sebelumnya yang memungkinkan semua pemain asing untuk dimainkan tanpa batasan.
 
Teco juga menyoroti bahwa dengan banyaknya pemain asing, kesempatan bagi pemain lokal untuk bermain menjadi terbatas.
 
”Terus juga waktu banyak pemain asing, pasti kesempatan untuk pemain lokal lebih sedikit. Terus di Indonesia, banyak yang minta mainkan pemain muda dan kita bicara di Bali, sekarang kami sudah punya 15 pemain muda di dalam tim. Waktu saya pikir banyak pemain asing, tentu sedikit kesempatan untuk pemain muda main juga,” tambahnya.
 
Ricky Fajrin, salah satu pemain Bali United, juga mengungkapkan kebingungannya mengenai kebijakan tersebut.
 
”Pasti banyak pemain lokal yang sedikit dapat kesempatan bermain. Jadi lebih banyak pemain asing, tentu budget juga semakin besar dan sayang juga banyak yang gak dimainkan," ujar Ricky.
 
Ia pun menyentil masalah keterlibatan pemain muda dalam kompetisi, yang sering kali menjadi sorotan publik.
 
”Begitu juga pemain muda, pasti banyak supporter yang bicara kalau pemain muda harus main. Ini jadi problem ke depannya," tambahnya.
 
Meskipun demikian, Ricky menyatakan bahwa sebagai pemain, mereka harus tetap mematuhi regulasi yang ada.
 
”Tapi mau gimana lagi, kalau regulasi kedepannya begitu. Kita sebagai pemain harus. Mau nggak mau harus ikut regulasi,” pungkasnya.
 
Rencana penambahan kuota pemain asing ini memang diklaim oleh PT LIB untuk meningkatkan daya saing kompetisi Indonesia di level Asia.
 
Mereka berharap kebijakan tersebut dapat membantu klub-klub Indonesia menyesuaikan diri dengan regulasi AFC dan mempersiapkan mereka untuk bersaing lebih ketat di kompetisi kontinental.
 
Namun, di sisi lain, peraturan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan banyak pihak, terutama terkait dengan peluang pemain lokal dan pemain muda untuk tampil lebih banyak di lapangan.
 
Seiring dengan semakin dekatnya musim depan, regulasi baru ini tentunya akan menjadi pembicaraan hangat, baik di kalangan pelaku sepak bola maupun penggemar yang berharap kompetisi domestik dapat berkembang secara merata dan mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.***
Editor : Donny Tabelak
#liga indonesia #bali united #regulasi baru