RadarBuleleng.id – Persija Jakarta berhasil mencuri kemenangan penting di kandang rival abadi mereka, Persebaya Surabaya, dalam duel klasik bertajuk El Clasico Indonesia.
Pada lanjutan pekan kesembilan Super League 2025/2026, yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (18/10/2025) malam WIB, Macan Kemayoran tampil efektif dan sukses menundukkan Bajul Ijo dengan skor akhir 3-1.
Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi skuad asuhan Mauricio Souza setelah menelan dua kekalahan beruntun di laga sebelumnya.
Pertandingan berlangsung di bawah atmosfer panas yang diciptakan oleh ribuan Bonek Mania.
Namun, Persija Jakarta menunjukkan mental bertanding yang lebih tenang dan terorganisir sejak peluit awal dibunyikan.
Pada 15 menit pertama didominasi oleh Persija, yang menerapkan pressing tinggi. Formasi menyerang Mauricio Souza, yang mengandalkan kecepatan di lini depan, membuat Persebaya kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Duet bek Persija, Jordi Amat dan Rizky Ridho, tampil disiplin mematahkan umpan-umpan panjang Persebaya.
Dony Tri Pamungkas, bintang muda Persija, menjadi pembuka keran gol. Gol berawal dari tendangan bebas cerdas yang dieksekusi oleh Fabio Calonego dari sisi kanan.
Bola meluncur ke tiang jauh, di mana Dony yang tidak terkawal berhasil menyambutnya dengan sepakan mendatar yang menaklukkan kiper Persebaya, Ernando Ari. Skor 0-1.
Tertinggal satu gol, Persebaya mulai keluar menyerang dengan mengandalkan pergerakan winger mereka, Francisco Rivera dan Bruno Moreira.
Mihailo Perovic sempat mendapatkan peluang emas di menit ke-33, tetapi ketangguhan kiper Persija, Carlos Eduardo, menggagalkan upaya tersebut.
Saat babak pertama mendekati akhir, Persija kembali menghukum tuan rumah.
Berawal dari sepak pojok, Gustavo Franca menyambut dengan sundulan yang sayangnya membentur tiang gawang.
Namun, Jordi Amat yang berada di posisi tepat di depan gawang dengan sigap menyambar bola liar tersebut menjadi gol.
Skor 0-2 bertahan hingga jeda, membuat Persebaya semakin tertekan.
Memasuki paruh kedua, pelatih Persebaya, Eduardo Perez, melakukan perubahan taktik dan mencoba meningkatkan intensitas serangan.
Persebaya sempat mencetak gol cepat di awal babak kedua, namun kegembiraan Bonek harus tertunda.
Wasit Irfan Wahyu Wijanarko memutuskan untuk meninjau kejadian di monitor VAR.
Setelah pemeriksaan, gol tersebut dianulir karena terjadi pelanggaran terlebih dahulu dalam proses build-up serangan Persebaya.
Momentum Persebaya yang gagal dimanfaatkan, justru dimaksimalkan oleh Persija. Allano Lima dilanggar di kotak terlarang, menghasilkan hadiah penalti.
Allano sendiri maju sebagai algojo dan dengan tenang melesakkan tendangan kaki kiri yang tak mampu dijangkau Ernando Ari, membuat Macan Kemayoran unggul jauh 0-3.
Persebaya akhirnya berhasil mencatatkan nama di papan skor. Berawal dari skema sepak pojok Franciso Rivera, bola dibersihkan lini pertahanan Persija.
Bola pantulan tersebut jatuh di kaki bek Leo Lelis, yang dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang menipiskan kedudukan menjadi 1-3.
Persija masih memiliki peluang untuk menambah gol lewat serangan balik cepat, namun tembakan Hanif Sjahbandi dan Eksel Runtukahu secara beruntun hanya membentur tiang gawang Persebaya di menit-menit akhir.
Skor 1-3 untuk kemenangan Persija Jakarta bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut mengatrol posisi mereka di papan atas klasemen Super League 2025/2026. Sementara Persebaya harus menelan kekalahan di hadapan publik sendiri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya