RadarBuleleng.id - Krisis di lini depan Bali United kian terasa. Setelah kembali gagal mencetak gol saat ditahan imbang 0-0 oleh Persis Solo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (23/11/2025), Serdadu Tridatu kini menghadapi situasi yang lebih berat.
Sebanyak dua orang pemain asing yang menjadi motor serangan belum bisa dimainkan akibat hukuman.
Mirza Mustafic lebih dulu absen setelah menerima kartu merah pada laga kontra Persib Bandung.
Tidak lama berselang, Tim Receveur juga harus menepi akibat akumulasi dua kartu kuning di pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (7/11/2025).
Tanpa keduanya, pola serangan Bali United tampak kehilangan variasi dan efektivitas.
Baca Juga: Hadapi Hujan Ekstrem, BPBD Buleleng Bentuk Tim Camat Tangguh Bencana
Kondisi itu terlihat di laga kontra Persis. Meski mampu menguasai pertandingan dan menciptakan peluang, Bali United kesulitan menembus pertahanan lawan, hingga akhirnya tampil tanpa satu pun gol untuk kedua kalinya secara beruntun.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen tidak menampik absennya dua pemain asing berpengaruh besar. Namun, ia menolak menjadikan hal itu sebagai alasan tunggal.
“Tidak,” jawabnya ketika ditanya apakah hasil ini semata karena absennya pemain asing.
Meski demikian, Jansen mengakui kekuatan tim berada di bawah kondisi ideal.
“Kami kehilangan dua pemain depan. Dengan delapan pemain menyerang di tim, kehilangan dua itu terlalu banyak. Itu memengaruhi tim,” tegasnya.
Tren tanpa gol ini menjadi sinyal serius menjelang laga tandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri Kalimantan Timur pada Minggu (30/11/2025) mendatang.
Bali United kini mencatat empat laga beruntun tanpa kemenangan dan dua pertandingan terakhir tanpa gol.
Jansen menyebut penyelesaian akhir menjadi masalah terbesar tim. Peluang tercipta, namun eksekusi masih jauh dari optimal.
“Jika melihat banyak pertandingan kami, peluang ada. Tapi kami harus menyelesaikannya, dan saat ini itu masalah besar,” keluhnya.
Jansen memastikan manajemen tengah menimbang perekrutan pemain baru pada bursa transfer Januari sebagai solusi jangka pendek.
“Kami ingin mendatangkan pemain dengan kualitas lebih baik. Itu yang kami butuhkan agar tetap kompetitif,” ujarnya.
Meski tumpul di depan, Jansen menilai mental pemain masih terjaga dan semangat bertanding tidak luntur.
“Tim bekerja keras. Mereka ingin bertarung dan menang. Itu terlihat,” ucapnya.
Namun ia mengingatkan, kerja keras saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang matang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya