Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali United Kembali Gagal Raih Kemenangan. Harus Puas Imbang 0-0 dengan  Dewa United

Eka Prasetya • Selasa, 30 Desember 2025 | 23:08 WIB

 

MAIN IMBANG: Pemain Bali United, Rahmat Arjuna (kiri) saat berhadapan dengan pemain Dewa United, Nick Kuipers (kanan) dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (29/12/2025).
MAIN IMBANG: Pemain Bali United, Rahmat Arjuna (kiri) saat berhadapan dengan pemain Dewa United, Nick Kuipers (kanan) dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (29/12/2025).

RadarBuleleng.id - Bali United FC harus puas berbagi poin saat menjamu Dewa United Banten FC pada partai tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026. 

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (29/12/2025) sore, laga berakhir tanpa gol alias 0-0.

Hasil imbang ini membuat Serdadu Tridatu gagal mempersembahkan kemenangan penutup tahun di hadapan pendukung sendiri. 

Sepanjang pertandingan, Bali United tampil dominan dalam penguasaan bola dan kreasi peluang. 

Namun, masalah klasik berupa penyelesaian akhir yang kurang efektif serta kesalahan elementer, seperti salah umpan, membuat peluang emas tak berujung gol.

Sejak menit awal, Bali United langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan terus diarahkan ke pertahanan Dewa United, tetapi rapatnya barisan belakang tim tamu membuat serangan tuan rumah kerap buntu di sepertiga akhir lapangan. 

Baca Juga: Libur Nataru, Kebutuhan Uang Tunai di Bali Diproyeksi Tembus Rp 2,9 Triliun

Beberapa peluang yang tercipta pun gagal dimaksimalkan akibat eksekusi yang kurang akurat.

Secara statistik, Bali United unggul di babak pertama dengan penguasaan bola mencapai 52 persen. 

Tim asuhan Jhonny Jansen itu melepaskan 11 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang. 

Sementara Dewa United hanya mencatatkan lima percobaan, dengan dua tembakan tepat sasaran. Meski unggul di banyak aspek, skor kacamata tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan tak jauh berbeda. Dewa United mulai berani menguasai bola lebih lama dan memberi perlawanan. 

Bali United masih menciptakan peluang berbahaya, terutama lewat skema umpan silang, namun kembali gagal dikonversi menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, papan skor tak berubah.

Usai laga, Pelatih Bali United, Johnny Jansen tak menutupi kekecewaannya atas hasil imbang tersebut. Terlebih laga dimainkan di kandang.

”Saya tentu sangat kecewa melihat hasil imbang di rumah karena tim ini mampu menciptakan banyak peluang namun tidak berbuah gol,” ujar Jansen.

Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut menilai ada perkembangan positif dalam permainan timnya, terutama dari sisi kolektivitas.

”Tapi satu hal yang harus menjadi catatan adalah tim ini terus meningkatkan perkembangan mereka dalam tim terutama dalam penguasaan bola, kerja sama dan chemistry dalam tim,” ungkapnya.

Jansen juga menilai babak pertama sebagai salah satu penampilan terbaik Bali United sepanjang musim ini.

”Babak pertama, menurut saya kami bermain sangat baik. Saya pikir itu adalah salah satu pertandingan terbaik kami di babak pertama jika dilihat dari performa tim. Kami mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang, tetapi kami lupa untuk mencetak gol,” katanya.

Jansen mengakui Dewa United tampil lebih baik dalam penguasaan bola pada babak kedua, meski Bali United tetap memiliki peluang yang dianggap lebih berbahaya.

”Di babak kedua, saya pikir Dewa sedikit lebih baik dalam penguasaan bola. Mereka lebih banyak menguasai bola, tetapi menurut saya kami tetap memiliki peluang yang lebih berbahaya. Ada beberapa umpan silang yang sebenarnya bisa menjadi peluang bagus, tetapi kami harus memaksimalkan peluang yang ada,” jelasnya.

Kekecewaan Jansen memuncak karena ia merasa timnya layak mengamankan tiga poin.

”Ya, saya sangat kecewa. Karena kami seharusnya bisa menang di sini. Kami mendapatkan peluang-peluang, kami bermain sangat baik di babak pertama, jadi kami seharusnya menang hari ini. Itulah mengapa saya kecewa,” ucapnya.

Senada, bek Bali United Kadek Arel menilai performa lini belakang menunjukkan peningkatan signifikan, meski mengakui Dewa United tampil lebih dominan pada babak kedua.

”Dalam bertahan, saya rasa kami sudah banyak berkembang. Di beberapa pertandingan terakhir kami tidak kebobolan. Di babak kedua, tim Dewa lebih menguasai bola dan mereka bermain lebih baik di babak kedua,” ujar Kadek Arel.

Ia berharap Bali United bisa tampil lebih konsisten sepanjang laga ke depan, terutama saat menghadapi Arema FC di awal tahun mendatang.

”Kami bermain sangat baik di babak pertama, tetapi di babak kedua kami bermain lebih defensif. Dewa lebih mengontrol bola, dan itu akan menjadi prioritas kami sebelum bermain melawan Arema di awal tahun depan,” katanya.

Dengan tambahan satu poin ini, Bali United berada di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan koleksi 21 poin. Sementara Dewa United masih tertahan di posisi ke-14 dengan raihan 17 poin. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#serdadu tridatu #dewa united #Kapten I Wayan Dipta #imbang #stadion #gol #bola #Super League #kadek arel #penguasaan bola #kemenangan #pelatih #Johnny Jansen #bali united #statistik #peluang