SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Event lari bertajuk Aluh Vertical Run kembali digelar di Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (29/3/2026).
Mengusung konsep lintasan menanjak, ajang tersebut tampil beda dibanding lomba lari konvensional di perkotaan sekaligus menjadi dorongan pengembangan sport tourism di Buleleng.
Ketua Panitia, I Gede Arya Rimbawa Giri, mengungkapkan bahwa event ini sempat vakum selama dua tahun.
Tingginya antusiasme peserta pada edisi sebelumnya menjadi alasan utama lomba kembali digelar tahun ini.
"Ini kami mulai di tahun 2022 dan 2023. Nah di tahun 2024 dan 2025 itu kita tidak kita laksanakan. Tahun ini kami kembali laksanakan karena beberapa peserta di dua tahun sebelumnya memang mereka punya kenangan yang baik, berkaitan dengan event di Buleleng. Karena event lari di jalan, yang sebagaian besar mengambil rute di dalam Kota Singaraja," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Cabuli Anak Asuh, Pengelola Panti Asuhan di Buleleng Bali Dipolisikan
Menurut Giri, Aluh Vertical Run menjadi warna baru dalam dunia olahraga lari di Buleleng yang selama ini didominasi rute jalan raya.
"Aluh vertikal run ini salah satu memberi warna baru dalam event lari di Buleleng, mudah-mudahan ini menjadi contoh bisa menjadi pionir event lari yang tidak hanya edukasi olahraga tapi juga wisata, sport tourism," tambahnya.
Pada tahun ini, jumlah peserta mencapai 260 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep lomba dengan lintasan menanjak yang menantang.
Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan inovasi dengan menambah kategori lomba. Jika sebelumnya hanya tersedia jarak 5 kilometer, kini peserta juga dapat mengikuti kategori 10 kilometer.
"Semua mengambil rute di Desa Kayuputih Melaka," jelasnya.
Kayuputih sengaja dipilih menjadi lokasi, karena karakter geografisnya yang didominasi tanjakan, sesuai dengan konsep vertical run. Meski menantang, lintasan tetap dinilai ramah bagi pelari pemula hingga profesional.
"Vertical dengan garis lurus ke atas. Ini menawarkan tanjakan. Kalau di kota tanjakan elevasi tidak tinggi, di sini lumayan tapi tetap ramah untuk pelari pemula. Ada kategori master, pelajar, jadi semua segmen bisa ikut," katanya.
Event ini juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat melalui kategori pelajar, umum, hingga master, sehingga menjadi ajang inklusif bagi warga Buleleng.
"Ini tidak hanya kebugaran, juga bagian dari sport tourism. Tidak hanya memajukan olahraga, tapi juga mengenalkan potensi pariwisata di wilayah Lovina dan sekitarnya," ujar Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova A. Putra.
Ia menambahkan, ajang ini juga berperan sebagai sarana pembinaan atlet, khususnya cabang atletik, menjelang berbagai kejuaraan.
"Ini juga sebagai pembinaan atlet atletik. Walaupun dilaksanakan oleh komunitas, dari sini bisa muncul pelari-pelari potensial untuk ajang resmi seperti Porprov, Kejurnas, atau Kejurprov. Saya lihat tadi banyak atlet yang ikut," pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya