Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Atlet Buleleng Gagal ke Kejuaraan Dunia. Terganjal Rekomendasi serta Dana Jaminan Ratusan Juta

Eka Prasetya • Senin, 6 April 2026 | 16:05 WIB
GAGAL KE KEJUARAAN DUNIA: Atlet angkat berat asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna. Ia gagal mengikuti kejuaraan dunia angkat berat di Lithuania tahun ini. (Facebook/Wahyu Surya Wiguna)
GAGAL KE KEJUARAAN DUNIA: Atlet angkat berat asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna. Ia gagal mengikuti kejuaraan dunia angkat berat di Lithuania tahun ini. (Facebook/Wahyu Surya Wiguna)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nama atlet angkat berat asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna, mendadak ramai diperbincangkan publik, terutama di media sosial. 

Hal tersebut dipicu ungkapan hati sang atlet yang kecewa karena belum bisa tampil di kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania.

Padahal tahun lalu dia berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perak dalam ajang Asian African Pacific Powerlifting and Bench Press Championship 2025, sebuah kejuaraan angkat berat yang di Jepang, pada Juli 2025 lalu.

Tak hanya membawa pulang medali, atlet yang baru berusia 31 tahun itu berhasil memecahkan rekor Asia dan dunia di kelas angkatan squat dan deadlift untuk kelas pria 66 kilogram. 

Namun tahun ini ia gagal mengikuti kejuaraan dunia IPF World Open Classic Powerlifting Championships, yang sedianya digelar di Lithuania pada akhir Juni 2026 mendatang.

Dalam unggahannya, Wahyu menyebut batal berangkat lantaran belum mengantongi rekomendasi yang menjadi syarat utama keikutsertaan. Tak hanya itu, ia juga mengalami kendala menyediakan dana jaminan senilai Rp 339 juta.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Buleleng, Ketut Widi Sandiada, membenarkan bahwa Wahyu sebelumnya menerima undangan dari International Powerlifting Federation (IPF) untuk tampil di kejuaraan dunia. 

Pihaknya pun segera memproses rekomendasi untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Pabersi Buleleng juga turut mengusulkan rekomendasi kepada Pengprov Pabersi Bali.

Hanya saja, partisipasi dalam kejuaraan dunia wajib mendapat rekomendasi dari Pengurus Besar Pabersi di Jakarta. 

Meski telah mendapat rekomendasi dari kabupaten dan provinsi, rupanya rekomendasi dari pengurus besar belum terbit. Kondisi tersebut bukan hanya dialami Wahyu, tetapi juga sejumlah atlet lain.

“Sejauh ini kami belum menerima penjelasan rinci terkait alasan belum keluarnya rekomendasi tersebut,” ungkap Widi saat ditemui di KONI Buleleng pada Senin (6/4/2026).

Widi mengakui ada persyaratan untuk menyetor dana jaminan. Dana itu bagian dari ketentuan tes doping sesuai regulasi World Anti-Doping Agency (WADA). 

Ia menegaskan dana tersebut bersifat titipan. Dana akan dikembalikan, apabila atlet tidak melakukan pelanggaran.

"Itu semua sudah sesuai dengan aturan kejuaraan. Jadi tidak ada pungli,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova A. Putra, menyatakan KONI Buleleng memberikan dukungan penuh terhadap Wahyu sebagai atlet berprestasi. 

Ia menilai Wahyu telah mencatatkan berbagai capaian membanggakan, utamanya di level internasional.

Menurutnya, KONI Buleleng terus berupaya memfasilitasi dan mendukung atlet daerah agar bisa tampil di ajang yang lebih tinggi. 

Namun, untuk mengikuti kejuaraan dunia, ia menegaskan bahwa persoalan rekomendasi merupakan kewenangan mutlak organisasi di pusat.

“Kami di daerah tentu mendorong atlet untuk terus berprestasi. Tapi untuk administrasi seperti rekomendasi, itu menjadi ranah pengurus pusat,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kejuaraan dunia #angkat berat #rekomendasi #atlet #buleleng