SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) 2026 yang digelar di Kabupaten Buleleng, Bali.
Sementara Bali yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas mengakhiri kompetisi di posisi kedua.
Kejurnas yang berlangsung selama dua hari, Jumat (10/7/2026) hingga Sabtu (11/7/2026), diikuti sekitar 140 atlet dari 16 provinsi di Indonesia.
Para peserta bersaing memperebutkan total 44 medali emas, 44 medali perak, dan 77 medali perunggu dalam 43 nomor pertandingan.
Ketua Umum FKI, Yasonna H. Laoly, mengapresiasi semangat juang para atlet yang tampil sepanjang kejuaraan.
Menurutnya, Kejurnas bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga wadah melahirkan atlet-atlet potensial yang diproyeksikan mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
"Saya bangga melihat semangat dan kegigihan para atlet. Mereka adalah putra-putri terbaik daerah yang kelak akan membawa nama Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.
Berdasarkan hasil akhir, NTT keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 13 medali emas, 12 medali perak, dan 11 medali perunggu.
Raihan tersebut mengungguli Bali yang finis di posisi kedua dengan sembilan medali emas, sembilan perak, dan 16 perunggu.
Posisi ketiga ditempati kontingen Jambi dengan perolehan tujuh emas, enam perak, dan 11 perunggu.
Sementara Sumatera Utara berada di peringkat berikutnya setelah mengumpulkan lima emas, tujuh perak, dan delapan perunggu.
Selain sukses menggelar Kejurnas, Buleleng juga berpeluang menjadi tuan rumah kejuaraan dunia kempo pada masa mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Yasonna H. Laoly yang menilai daerah tersebut memiliki potensi untuk menggelar ajang internasional.
"Di tempat ini, nantinya akan diperjuangkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Kempo Dunia," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga kempo di Bali, khususnya Buleleng.
Jika terealisasi, kejuaraan dunia itu diyakini tidak hanya akan meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya