GEROKGAK, RadarBuleleng.id – Kapal pesiar Celebrity Millennium kembali berlabuh di Kabupaten Buleleng. Kapal tersebut lego jangkar di perairan Celukan Bawang, pada Jumat (26/1/2024) pagi.
Kapal dengan bobot hingga 91 ribu gross ton itu mengangkut ribuan orang wisatawan mancanegara (wisman).
Lebih dari 600 orang wisman dilaporkan mengikuti agenda perjalanan wisata menggunakan jasa travel agent.
Kapal dengan bendera Malta itu dilaporkan berlabuh pada pukul 09.00 Jumat pagi. Kapal sebelumnya datang dari Pelabuhan Gilimas Lombok.
Tercatat ada 2.174 orang wisman yang diangkut kapal dengan panjang 294 meter tersebut. Selain itu ada 923 orang kru yang juga mengikuti perjalanan.
Dari 2.174 orang wisatawan sebanyak 691 orang diantaranya mengikuti perjalanan wisata ke penjuru Kabupaten Buleleng.
Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan. Diantaranya perjalanan wisata menuju Bali Handara di Pancasari, Snorkeling di Pulau Menjangan, perjalanan wisata di Desa Wisata Munduk, perjalanan menuju Menjangan Dynasty Resort, dan perjalanan Singaraja Sightseeing.
Dari sekian banyak paket wisata yang ditawarkan, dominan memilih perjalanan menuju Bali Handara dan tour Kota Singaraja. Tercatat 167 orang menuju Bali Handara dan 120 orang mengikuti program tour di Kota Singaraja.
Khusus program perjalanan menuju Bali Handara, para wisatawan diajak menikmati pesona danau kembar Buyan dan Tamblingan, perjalanan menuju Ulun Danu Buyan, serta kunjungan ke gate of heaven Bali Handara.
Sedangkan perjalanan di Kota Singaraja mencakup kunjungan ke Pura Beji di Sangsit, tur di Puri Singaraja, serta kunjungan ke Museum Lontar Gedong Kirtya.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, kapal pesiar Celebrity Millennium rutin berlabuh di Buleleng. Pada awal tahun ini saja, kapal tersebut sudah tiga kali berlabuh di Celukan Bawang.
Menurutnya turis-turis dari kapal pesiar memang tidak menginap di Buleleng. Tapi kehadiran mereka memberi dampak positif bagi destinasi pariwisata.
Kunjungan wisatawan itu juga menjadi ajang promosi bagi destinasi-destinasi yang ada di Bali Utara.
“Mereka kan mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial. Bagi kami, itu salah satu upaya promosi yang akan berdampak. Mereka juga bisa bercerita ke keluarganya tentang destinasi yang sudah mereka kunjungi di Buleleng,” kata Dody.
Selain itu kehadiran turis itu juga berdampak langsung pada pendapatan daerah. Salah satunya dari retribusi pariwisata serta pajak restoran.
“Ada beberapa destinasi yang memang kena retribusi, itu masuk ke pemda. Mereka makan siang di restoran, ada pajak yang dibayar, itu juga masuk ke pemda. Jadi dampaknya cukup positif,” ungkapnya.
Rencananya kapal tersebut akan melanjutkan perjalanan pada pukul 22.00 Jumat (26/1/2024) malam. Kapal selanjutnya akan menuju Port Klang, Malaysia. (*)
Editor : Eka Prasetya