Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Strategi Genjot Wisatawan, Dispar Undang Biro Perjalanan Wisata Jelajahi Buleleng

Francelino Junior • Senin, 29 Januari 2024 | 01:18 WIB

MENJELAJAHI BULELENG: Para biro perjalanan wisata saat mengeksplorasi potensi agro wisata durian di Desa Munduk Bestala.
MENJELAJAHI BULELENG: Para biro perjalanan wisata saat mengeksplorasi potensi agro wisata durian di Desa Munduk Bestala.
 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Pariwisata Buleleng terus melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan kunjunungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng.

Terbaru, Dispar Buleleng berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng juga menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali menggandeng agen perjalanan wisata ke Buleleng.

Tercatat ada 30 biro perjalanan wisata yang diundang dalam program Fam Trip. Biro perjalanan wisata tersebut khusus menangani wisatawan Eropa.

Dispar sengaja menggandeng biro yang khusus menangani wisatawan Eropa, mengingat wisatawan yang paling banyak berkunjung ke Buleleng adalah wisatawan Eropa.

Agen-agen tersebut diajak menjelajahi sejumlah potensi wisata yang ada di Buleleng.

Sebut saja wisata Dolphin Watching di Lovina, Air Terjun Aling-Aling di Desa Sambangan, dan The Kirana di Desa Tembok.

Para agen perjalanan wisata itu juga diajak mengeksplorasi potensi Agro Wisata Durian di Desa Munduk Bestala,

Selama kunjungan, biro perjalanan langsung diberikan penjelasan mengenai produk unggulan setempat hingga pesona-pesona wisata yang ada.

Dalam inspeksi kali ini dimana para peserta trip diberikan penjelasan langsung mengenai produk durian unggulan setempat yang didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.

Kepala Dispar Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan Buleleng kini memiliki berbagai potensi kepariwisataan. Dan kini ditambah kebijakan tata kelola fiskal untuk perubahan tarif masuk ke DTW. Hal ini pun disampaikan kepada 30 peserta trip yang berasal dari BPW.

"Salah satunya kebijakannya, semua DTW harus berbadan hukum dan memiliki izin usaha kepariwisataan sehingga akan bisa melakukan kontrak harga kepada travel agent," ujar Dody saat ditemui Minggu (28/1/2024).

Dody menerangkan, digandengnya ASITA sebagai induk organisasi Biro Perjalanan Wisata yang bertugas mendatangkan wisatawan ke Bali, bertujuan agar wisatawan yang datang ke Buleleng menerima informasi pariwisata Buleleng yang terbaru, lengkap, dan jelas.

Apalagi, mereka selalu memobilisasi para wisatawan baik dalam dan luar negeri sehingga potensi pariwisata Bali Utara jelas tersampaikan ke wisatawan.

"Sangat penting adanya sharing knowledge sebagai upaya potensi pariwisata Bali Utara jelas tersampaikan ke wisatawan mancanegara," tandasnya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#dinas pariwisata #dispar buleleng #wisatawan #buleleng