Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sopir Taxi di Bali Getok Tarif Bagi Wisatawan, Coreng Citra Pariwisata

Marsellus Pampur • Selasa, 23 Juli 2024 | 00:15 WIB
Ilustrasi taxi
Ilustrasi taxi

RadarBuleleng.id - Seorang sopir taxi di Bali diduga memasang tarif selangit bagi wisatawan yang ingin menuju hotel tempat mereka menginap dari Bandara Ngurah Rai.

Tak main-main, tarif yang ditawarkan mencapai tiga kali lipat dari tarif normal. Aksi itu kerap disebut sebagai aksi getok tarif.

Aksi itu pun menjadi perhatian seorang selebriti media sosial asal Inggris, Sabrina Sarmoria.

Baca Juga: Viral Pemerasan dan Pengancaman oleh Sopir Taksi dan Begal di Ubud, Ini yang Dilakukan Polisi di Gianyar

Melalui akun TikTok miliknya, Sabrina mengaku kapok liburan ke Bali. Karena saat sampai di Bali dia langsung mengalami peristiwa yang tak menyenangkan. 

Dia mengaku merasa tertipu saat menyewa taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju ke hotel tempat dia bersama pasangannya akan menginap.

Sopir taxi menawarkan tarif berdasarkan kesepakatan, tanpa menggunakan argo sebagaimana lazimnya layanan taxi.

Setelah melakukan perbandingan harga, Sabrina merasa tertipu. Karena tarif yang ditawarkan tiga kali lipat lebih mahal dari harga normal.

Pengakuannya wanita dengan ratusan ribu pengikut di platform media sosial TikTok itu pun menjadi buah bibir. 

Baca Juga: Driver Pariwisata di Lovina Resah Taxi Online, Begini Sikap Pemerintah

Guru Besar Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Prof. I Putu Anom berpendapat hal tersebut harus mendapat tindakan, demi menjaga citra pariwisata Bali. 

"Dari pihak kepolisian harus bertindak tegas," kata Anom di Denpasar, kemarin (21/7/2024).

Menurutnya perusahaan penyedia layanan taxi harus melakukan pengawasan dengan regulasi yang jelas. Sebab aksi tersebut akan semakin mematikan usaha taxi konvensional.

Anom menyebut saat ini masyarakat sudah terbiasa dengan taksi online. Selain praktis, juga ada kepastian harga.

Dengan peristiwa yang dialami oleh wisatawan mancanegara itu, praktis akan menyebabkan usaha taxi konvensional semakin terdampak.

Bukan hanya itu. Anom juga menyebut bahwa aksi itu merugikan citra pariwisata Bali. Dengan adanya kejadian-kejadian seperti itu, citra pariwisata Bali di kancah dunia bisa tercoreng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pariwisata #wisatawan #sopir #taxi