Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali Over Tourism, Kementerian Pariwisata Usul Moratorium Pembangunan Hotel

Eka Prasetya • Senin, 2 September 2024 | 02:20 WIB

 

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat bertemu dengan pelaku UMKM di Jogjakarta. Menteri Menparekraf meminta para pelaku UMKM mampu menjadi kunci kebangkitan industri kreatif dan ekonomi nasional.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat bertemu dengan pelaku UMKM di Jogjakarta. Menteri Menparekraf meminta para pelaku UMKM mampu menjadi kunci kebangkitan industri kreatif dan ekonomi nasional.

TEJAKULA, RadarBuleleng.id - Provinsi Bali disebut tengah mengalami over tourism, alias kelebihan daya tampung turis.

Akibatnya kondisi alam Bali semakin mengalami krisis. Selain itu kemacetan juga makin menghantui.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun menyiapkan kebijakan khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Wow! Tahun 2024 Dinas Pariwisata Target 6 Juta Kunjungan Turis ke Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya telah mencermati masalah turisme yang terjadi di Bali.

Menurutnya masalah itu hanya terjadi di pusat pariwisata Bali. Yakni di Bali Selatan. Diperlukan strategi untuk memeratakan kunjungan wisatawan ke Bali.

Ia menyebut pemerintah sudah menyiapkan kebijakan khusus terkait hal itu. Harapannya turis yang datang ke Bali merupakan turis yang berkualitas.

“Dalam dua minggu akan diumumkan, segera akan diputuskan dan disosialisasikan sebelum akhir tahun ini,” kata Sandiaga di Desa Les, Tejakula, kemarin (31/8/2024).

turiBaca Juga: Sing Ngelah Gae! Turis Inggris Ngutil Pakaian Dalam Wanita di Bali

Setidaknya ada tiga kebijakan yang dibahas. Pertama adalah moratorium alih fungsi lahan di Bali.

Kedua, melakukan moratorium pembangunan hotel berbintang di Bali Selatan. Menjamurnya hotel menyebabkan kue pariwisata hanya dinikmati investor.

Ketiga, memberikan tindakan tegas kepada para wisatawan yang menyalahgunakan visa. Apalagi sampai mencaplok pekerjaan yang diperuntukan bagi warga lokal.

“Moratorium pembangunan hotel berbintang ini kita menunggu sampai ada keseimbangan. Mulai dari penanganan sampah yang berkelanjutan, kemacetan lebih tertata, dan proses perizinan pembangunan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya kondisi over tourism itu menyebabkan Bali menjadi tidak aman dan tidak nyaman bagi wisatawan.

Ia pun mendorong agar wisatawan berkunjung ke wilayah lain. Ketimbang terpusat di Bali Selatan, wisatawan disarankan berlibur ke Bali Utara maupun wilayah lain di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#over tourism #bali #moratorium #pariwisata #hotel #kementerian pariwisata