Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Turyapada Tower Siap Menyaingi Menara Eiffel dan Tokyo Tower

Eka Prasetya • Sabtu, 19 April 2025 | 00:41 WIB

 

MENARA TURYAPADA: Kondisi Menara Turyapada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.
MENARA TURYAPADA: Kondisi Menara Turyapada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.

SUKASADA, RadarBuleleng.id – Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, rupanya bukan hanya dirancang sebagai menara pemancar televisi. 

Menara tersebut juga dirancang menjadi ikon wisata digital kelas dunia. Bahkan diklaim sebagai satu-satunya yang ada di Indonesia. 

Menara ini akan menggabungkan teknologi, penyiaran modern, serta menjadi destinasi wisata berkelas bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan launching siaran televisi digital pada Jumat (18/4/2025).

“Waktu saya dilantik, awalnya hanya ingin membangun tower pemancar biasa. Tapi kemudian saya pikir, kalau hanya bangun tower, uangnya habis, tidak balik. Maka saya minta ini dirancang jadi objek wisata juga,” kata Koster.

Konsep pembangunan Turyapada Tower ini kemudian dikembangkan oleh tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Tim ini merancang menara multifungsi yang dilengkapi restoran putar, jembatan kaca, dek observasi, ruang konvensi, hingga museum.

“Kita ingin seperti Tokyo Tower, Macau Tower, dan Toronto Tower. Tapi ini satu-satunya yang ada di kawasan pegunungan, dengan panorama alam yang luar biasa. Dari sini bisa lihat Danau Beratan, Buyan, Tamblingan, hutan, hingga laut dari timur ke barat Buleleng,” jelasnya.

Baca Juga: TV Digital Akhirnya Mengudara dari Turyapada Tower. Bukan Hanya Buleleng, Siaran TV Menjangkau Hingga Gilimanuk

Kawasan wisata Turyapada direncanakan rampung secara penuh pada 2026. Proses penataan lanskap akan dikerjakan pada tahun ini hingga pertengahan tahun depan.

Pemerintah telah mengucurkan anggaran sebanyak Rp 270 miliar untuk pembangunan tahap dua.

Nantinya, pengelolaan kawasan akan dilakukan secara profesional melalui sistem bidding terbuka. Pihak swasta dengan penawaran terbaik akan diberi hak mengelola, dengan sistem bagi hasil bersama Pemprov Bali.

“Kalau sudah beroperasi, tower ini akan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara. Saya sudah minta jangan ada bangunan tinggi di sekelilingnya, hanya villa saja. Lahan juga jangan dijual, kerjasama saja. Biar masyarakat dapat manfaat langsung,” ujar Koster.

Koster menargetkan, keberadaan Turyapada Tower bisa mendorong pemerataan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wisata #menara #indonesia #bali #pegayaman #destinasi #televisi #gubernur bali #turyapada #wayan koster #turyapada tower #buleleng #universitas udayana #objek wisata